Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINALPolri

Polri Tegaskan Korban TPPO Tak Boleh Dipidana, Negara Wajib Hadir Beri Perlindungan

Avatar photo
429
×

Polri Tegaskan Korban TPPO Tak Boleh Dipidana, Negara Wajib Hadir Beri Perlindungan

Sebarkan artikel ini
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. [Dok. Divisi Humas Polri]

TINTAJURNALISNEWS –Polri menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan penuh kepada korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Korban yang terpaksa melakukan pelanggaran hukum akibat paksaan jaringan pelaku tidak seharusnya dipidana.

Penegasan tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., yang menekankan penerapan prinsip non penalization sebagai bagian penting dalam regulasi penanganan TPPO di Indonesia.

Dalam regulasi terbaru, korban TPPO diposisikan sebagai subjek yang harus dilindungi negara, bukan justru dikriminalisasi. Prinsip ini sejalan dengan Undang-Undang TPPO yang menjamin hak-hak korban, mulai dari rehabilitasi kesehatan dan sosial, pemulangan, reintegrasi sosial, hingga perlindungan bagi korban yang berada di luar negeri.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Wakapolri juga menegaskan bahwa penanganan TPPO tidak dapat dilakukan oleh Polri secara sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas lembaga serta pendekatan yang komprehensif, terlebih dengan diberlakukannya KUHP dan KUHAP yang baru.

Menurutnya, penanganan TPPO harus mengedepankan pembuktian ilmiah, pendekatan victim centric, serta investigasi menyeluruh terhadap jaringan kejahatan.

“Prinsip non penalization harus menjadi pegangan, yaitu korban yang melakukan pelanggaran karena paksaan pelaku tidak seharusnya dipidana. Selain itu, diperlukan screening dini dan mekanisme rujukan agar korban dapat dibantu secara cepat dan aman, serta tidak terseret menjadi pelaku,” tegas Wakapolri.

Polri menegaskan akan terus berkomitmen menjadikan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama, sekaligus konsisten dalam penegakan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan.

Polri Presisi, Lindungi Korban, Bongkar Jaringan.

HUKUM & KRIMINAL

Perbedaan hasil pemeriksaan tempat permainan elektronik (gelper) di wilayah Kepulauan Riau dengan penindakan Bareskrim Polri di Batam memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebelumnya, sejumlah pemeriksaan oleh jajaran kepolisian daerah disebut tidak menemukan unsur perjudian. Namun, ketika Bareskrim Polri turun langsung, penindakan terhadap dugaan perjudian kasino di salah satu tempat hiburan Batam justru berujung pada pengamanan ratusan orang.

HUKUM & KRIMINAL

Sebuah video yang memperlihatkan penyampaian aspirasi terkait penanganan pengaduan masyarakat (Dumas) di wilayah hukum Polres Nias Selatan viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang yang menyebut diri mereka dari Dumas Amal Nias Selatan bersama GMKI Telukdalam mempertanyakan kejelasan proses hukum atas persoalan yang mereka laporkan. Sorotan utama mereka tertuju pada kapal tongkang dan kayu gelondongan yang disebut berkaitan dengan barang bukti.