Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Tanjungpinang

Penggabungan SMPN 3 ke SMPN 7 Dimatangkan, Walikota Tanjungpinang Tinjau Kesiapan Fasilitas

Avatar photo
252
×

Penggabungan SMPN 3 ke SMPN 7 Dimatangkan, Walikota Tanjungpinang Tinjau Kesiapan Fasilitas

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah

TINTAJURNALISNEWS —Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mematangkan proses penggabungan SMP Negeri 3 ke SMP Negeri 7 sebagai bagian dari langkah efisiensi pengelolaan pendidikan di wilayah kota.

Pada Selasa (22/7/2025), Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Teguh Ahmad S., meninjau langsung seluruh fasilitas yang ada di SMP Negeri 7 Tanjungpinang Timur.

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur dan sarana pendukung lainnya dalam mendukung rencana integrasi dua sekolah negeri tersebut.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Pemerintah menilai penggabungan ini merupakan bagian dari kebijakan penataan sekolah yang mengedepankan efisiensi anggaran, optimalisasi pemanfaatan aset, serta pemerataan kualitas pendidikan.

Seluruh ruang kelas, fasilitas pembelajaran, dan area penunjang ditinjau secara menyeluruh oleh jajaran Pemerintah Kota. Pemerintah tengah menilai berbagai aspek teknis untuk memastikan proses transisi berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.

BACA JUGA:  Tasyakuran HBP Ke-61 di Batam: Kalapas Ajak Pemerintah dan Pengusaha Dukung Produk Warga Binaan

Penggabungan dua sekolah negeri ini merupakan respons terhadap sejumlah kondisi objektif di lapangan, seperti rasio siswa yang belum merata serta kebutuhan peningkatan efektivitas pengelolaan tenaga pendidik.

Kebijakan ini juga sejalan dengan arah pembangunan pendidikan nasional yang menitikberatkan pada efisiensi struktural dan peningkatan mutu.

Meski demikian, proses penggabungan tetap akan memperhatikan seluruh aspek, termasuk psikologis siswa, distribusi guru, serta komunikasi dengan orang tua murid.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota masih menyusun skema pelaksanaan teknis yang akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.