Lapas Kelas IIA Batam
TINTAJURNALISNEWS –Kelompok Kegiatan Kerja (KKT) Bagian Perkebunan dan Perikanan Lapas Kelas IIA Batam kembali menorehkan capaian menggembirakan. Melalui program budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), mereka berhasil melaksanakan panen dengan hasil mencapai 30 kilogram.
Panen ini merupakan puncak dari proses budidaya intensif selama 3 hingga 4 bulan yang mencakup tahap pembenihan, pemeliharaan, hingga panen terpadu. Ikan nila dipilih karena memiliki pertumbuhan cepat dan permintaan pasar yang tinggi. Hasil panen kali ini menunjukkan rata-rata bobot ikan mencapai 300–500 gram per ekor cukup layak konsumsi dan menunjukkan kualitas budidaya yang prima.
Capaian ini tidak lepas dari strategi terukur yang diterapkan oleh tim KKT, seperti pemilihan bibit unggul, pengelolaan kualitas air kolam yang optimal, aklimatisasi benih, pemberian pakan berkualitas dan teratur, serta pengontrolan suhu air antara 20–30°C yang terbukti mendukung pertumbuhan ikan secara signifikan.
Tak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan dan pengelola, keberhasilan panen ini juga menjadi inspirasi pemanfaatan teknologi budidaya ikan yang ramah lingkungan seperti sistem bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS). Teknologi tersebut dikenal efisien dalam penggunaan air dan lahan—solusi inovatif di tengah keterbatasan ruang di lingkungan lapas.
KKT Perkebunan dan Perikanan Lapas Kelas IIA Batam menyatakan harapannya agar keberhasilan ini menjadi momentum pengembangan usaha perikanan yang lebih besar ke depannya. Selain mendukung ketahanan pangan, langkah ini juga sejalan dengan program akselerasi Asta Cita Presiden dalam bidang kemandirian ekonomi di bawah pembinaan Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Semoga panen-panen berikutnya membawa hasil lebih besar dan manfaat lebih luas bagi semua pihak.
Sumber: Lapas Batam












