Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Jakarta

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 58 Bulan Berturut-turut, Menkeu: Modal Baik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Avatar photo
154
×

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 58 Bulan Berturut-turut, Menkeu: Modal Baik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Ilustrasi Tinta Jurnalis News

TINTAJURNALISNEWS –Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Februari 2025, dengan nilai mencapai USD3,12 miliar. Capaian ini menandai keberlanjutan tren positif yang telah berlangsung selama 58 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangannya pada Rabu (19/3), mengungkapkan bahwa secara kumulatif dalam periode Januari – Februari 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD6,61 miliar.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Angka ini mengalami kenaikan sebesar USD3,78 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Ekspor konsisten tumbuh, pada bulan Februari mencapai tingkat 9,16% (yoy). Sektor pertanian dan manufaktur tumbuh paling tinggi secara berurutan,” ujar Sri Mulyani.

Selain pertumbuhan ekspor yang terus meningkat, tren impor juga tetap terjaga dengan fokus utama untuk mendukung kegiatan industri nasional. Menkeu menjelaskan bahwa pertumbuhan barang modal dan bahan baku mencerminkan adanya produksi dan investasi yang tetap kuat.

BACA JUGA:  Posko THR Tutup, Jumlah Aduan Turun Dibandingkan Tahun Lalu

Sri Mulyani juga menyoroti Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mengalami kenaikan signifikan. Pada Februari 2025, PMI Indonesia rebound ke zona ekspansif dan mencapai level tertinggi kedua secara global setelah India, yakni di angka 53,6.

“Lonjakan permintaan baru telah mendorong aktivitas produksi dalam negeri, yang menjadi sinyal positif bagi sektor manufaktur nasional,” imbuhnya.

Berbagai indikator positif ini, menurut Menkeu, mencerminkan stabilitas dan ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap solid. “Ini menjadi modal yang baik untuk terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” pungkasnya.

Tren surplus perdagangan yang berkelanjutan ini menunjukkan daya saing ekonomi Indonesia yang terus meningkat, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong investasi dan ekspor nasional.

BACA JUGA:  Menkeu Sri Mulyani Dorong DJA Jadi Institusi Tangguh dan Humanis

Sumber: Kemkeu RI

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp