Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Menkeu Sri Mulyani: Ekonomi dan Keuangan Syariah Jadi Solusi Atasi Kemiskinan Global

Avatar photo
158
×

Menkeu Sri Mulyani: Ekonomi dan Keuangan Syariah Jadi Solusi Atasi Kemiskinan Global

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati

TINTAJURNALISNEWS –Konferensi Internasional Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Pembangunan Berkelanjutan (IFESDC) 2025 resmi ditutup pada 22 Mei 2025 di Markas Besar Bank Dunia, Washington, DC. Selama dua hari pelaksanaan, konferensi ini berhasil menghimpun lebih dari 200 peserta dari 11 negara, antara lain Amerika Serikat, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Bosnia Herzegovina, Pakistan, Belgia, Lebanon, Suriah, dan Arab Saudi.

Diselenggarakan oleh Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) bekerja sama dengan Universitas Tazkia dan Sakinah Finance, serta didukung oleh Kantor Direktur Eksekutif Asia Tenggara untuk Bank Dunia (EDS16), IFESDC 2025 menjadi forum strategis guna membahas peran ekonomi dan keuangan syariah dalam menjawab tantangan global, termasuk kemiskinan, ketimpangan, dan krisis lingkungan.

BACA JUGA:  Dukung Program Pemerintah Makan Gizi Gratis, Pos Teluk Arguni Bagikan Makanan Kepada Murid SDN Inpres Bofuwer

Dengan mengusung tema “Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan untuk Pembangunan Berkelanjutan,” konferensi ini menghadirkan berbagai sesi panel dan presentasi akademik. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi inovasi keuangan syariah, integrasi zakat dan wakaf, pengembangan industri halal, pembiayaan sosial syariah, hingga akses keuangan inklusif bagi kelompok rentan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, turut membuka konferensi secara daring. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari solusi atas permasalahan kemiskinan global. “Dalam konteks ketidakpastian dan volatilitas saat ini, tantangan utama negara-negara berpendapatan rendah dan menengah adalah keterbatasan dalam mencapai tujuan pembangunan. Karena itu, ekonomi dan keuangan syariah harus hadir sebagai solusi yang nyata,” ujar Sri Mulyani.

BACA JUGA:  Diduga Pengunjung Tewas Bersimbah Darah di Kafe Leko, Insiden Tragis Kembali Terjadi

Senada dengan itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang turut hadir secara langsung, menyoroti pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan beretika dalam menghadapi tantangan global. Ia juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui pendekatan berbasis nilai-nilai keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan instrumen keuangan syariah seperti zakat, wakaf, dan pembiayaan mikro.

Menteri Agama juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berbagi praktik terbaik terkait moderasi beragama dan pembangunan inklusif. “IFESDC menjadi platform penting untuk kolaborasi global demi masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan semangat kolaboratif dan nilai-nilai universal yang dibawa oleh ekonomi syariah, IFESDC 2025 diharapkan mampu menjadi bagian dari arsitektur solusi global dalam mengatasi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan yang merata.

BACA JUGA:  Panglima TNI Buka Rapim 2025: Perkuat Sinergi dan Dukung Pembangunan Nasional

Sumber: Kemkeu RI

HUKUM & KRIMINAL

Upaya penyelundupan ratusan kilogram emas dengan nilai fantastis berhasil digagalkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui unit Bea Cukai Jakarta di Bandara Halim Perdanakusuma.

Penindakan tersebut dilakukan pada Senin (27/04), terhadap rencana ekspor ilegal emas berupa perhiasan dan koin dengan nilai total mencapai sekitar Rp502 miliar.

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp