Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Kalbar

Lomba Burung Berkicau Memperingati HUT TNI Ke-79 di Kubu Raya

Avatar photo
152
×

Lomba Burung Berkicau Memperingati HUT TNI Ke-79 di Kubu Raya

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"325882815080201","type":"ugc"}]}}

Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-79, Kodam XII/Tanjungpura

TintaJurnalisNews -Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-79, Kodam XII/Tanjungpura menggelar Lomba dan Pameran Burung Berkicau serta Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Tingkat Besar Pangdam XII/Tpr Cup II. Acara berlangsung di Makodam XII/Tpr pada Minggu (22/9/2024).

Pembukaan lomba dilakukan oleh Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, S.E., M.BA, yang menandai dimulainya kegiatan dengan penggantangan burung. Acara ini menarik perhatian komunitas pecinta burung dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dengan total 660 peserta yang berpartisipasi.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dalam lomba burung berkicau, sebanyak 10 jenis burung diperlombakan dalam 32 kelas. Sementara itu, lomba burung perkutut mencakup beberapa kategori, termasuk dewasa senior, dewasa junior, dan piyek junior.

BACA JUGA:  Dirgahayu ke 79 TNI PRIMA, Siap Mengawal dan di cintai rakyat

Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Iwan Setiawan mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memperingati HUT TNI, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi dengan komunitas pecinta burung. “Luar biasa antusias peminatnya,” ujarnya dengan bangga.

Mayjen TNI Iwan Setiawan berharap lomba ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Ia juga mengajak para pecinta burung untuk tidak hanya berfokus pada lomba, tetapi juga melestarikan satwa, terutama yang sudah langka di alam. “Cinta pada satwa harus dibarengi dengan upaya pelestarian, bukan sekadar untuk kesenangan pribadi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa komunitas ini berperan penting dalam mengembangbiakan burung-burung langka, seperti murai dan cucak rowo. “Dengan kemampuan yang mereka miliki, diharapkan pelestarian satwa dapat terus terjaga,” tutupnya.