Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
LingkunganSOSIAL

Kompak dan Satu Suara, Nelayan Tanjung Talok Jaga Laut dari Limbah

Avatar photo
107
×

Kompak dan Satu Suara, Nelayan Tanjung Talok Jaga Laut dari Limbah

Sebarkan artikel ini
Masyarakat nelayan Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS –Masyarakat nelayan Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, menunjukkan kekompakan dalam menyikapi persoalan pencemaran laut serta komitmen bersama menjaga ruang laut dan pesisir wilayah mereka.

Kekompakan tersebut terlihat dalam kegiatan kumpul bersama dan silaturahmi antar nelayan yang digelar di balai pertemuan Kampung Tanjung Talok, Rabu (15/1/2025). Dalam pertemuan itu, para nelayan saling bertukar pikiran terkait hasil tangkapan ikan, kondisi cuaca, hingga keselamatan saat melaut.

Selain itu, pertemuan juga dimanfaatkan untuk membahas persoalan dugaan pencemaran laut akibat limbah B3 yang beberapa waktu lalu diduga mencemari perairan dan pesisir Tanjung Talok. Isu tersebut menjadi perhatian serius masyarakat nelayan karena dinilai berdampak langsung terhadap ekosistem laut dan mata pencaharian mereka.

Salah seorang nelayan Tanjung Talok, Wahyudi Nor Amin, menegaskan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan utama masyarakat pesisir.

“Laut kite harus kite lindungi. Kalo tak bisa, habis ikan, cumi, udang, gonggong, rangge, kerang bulu,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kekompakan antar nelayan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di wilayah perairan mereka.

“Kita harus kompak selalu dan satu suara untuk menjaga laut ini, karena ini merupakan tempat mata pencaharian utama para nelayan Tanjung Talok,” kata Wahyudi.

Menurutnya, persatuan dan kebersamaan akan membuat suara nelayan lebih kuat dalam menyuarakan kepentingan mereka, khususnya terkait perlindungan lingkungan laut dan pantai.

“Kekompakan ini harus selalu kita jaga, jangan sampai terpecah-pecah. Kalau ada apa-apa, satu suara itu lebih kuat. Laut dan pantai ini sumber mata pencaharian, jadi kita wajib ikut andil menjaganya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat nelayan juga berharap agar aparat penegak hukum (APH) dapat bertindak tegas dan cepat dalam menanggapi keluhan nelayan terkait dugaan pencemaran limbah. Mereka berharap ke depan tidak lagi terjadi pencemaran yang merusak laut dan pantai Tanjung Talok.

Komitmen bersama ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat nelayan Tanjung Talok dalam menjaga kelestarian lingkungan laut sekaligus mempertahankan keberlangsungan hidup generasi nelayan di masa mendatang.

(Nanang)

Example 120x600
HUKUM & KRIMINAL

Informasi terkait adanya sidak kepolisian terhadap aktivitas penambangan pasir ilegal di wilayah Nikoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang diduga berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, hingga kini belum disertai penjelasan resmi. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya terkait tindak lanjut penegakan hukum atas aktivitas yang disinyalir melanggar aturan tersebut.