Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Jetty Disegel, Singkep Barat Bergolak: Publik Minta Transparansi Aktivitas Bauksit

Avatar photo
73
×

Jetty Disegel, Singkep Barat Bergolak: Publik Minta Transparansi Aktivitas Bauksit

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
Hukum & Kebijakan

TINTAJURNALISNEWS -Gelombang kegelisahan tengah menerpa masyarakat Singkep Barat. Penyegelan sebuah terminal khusus (jetty) yang selama ini digunakan untuk aktivitas pemuatan bauksit menjadi sorotan. Tidak sedikit warga bertanya-tanya: bagaimana izin kegiatan itu? Apakah semuanya sudah sesuai prosedur hukum?

Meski belum ada pernyataan resmi yang gamblang, situasi ini seolah membuka tabir tentang pentingnya pengawasan dan keterbukaan dalam pengelolaan sumber daya alam. Apalagi, bauksit termasuk komoditas strategis yang pengelolaannya sangat diatur oleh regulasi pusat.

Dalam konteks hukum, pengambilan stockpile bauksit tidak bisa dilakukan sembarangan. Sesuai aturan, aktivitas tersebut harus memiliki izin yang sah dari pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM. Tanpa dokumen resmi seperti IUP, RKAB, dan Izin Pengangkutan dan Penjualan, semua aktivitas berisiko masuk kategori ilegal.

Publik menaruh perhatian besar atas peristiwa penyegelan ini. Selain soal izin jetty, muncul juga polemik terkait status kepemilikan stockpile di lokasi tersebut. Muncul kabar bahwa ada sengketa antara pihak-pihak tertentu, namun publik sejauh ini hanya bisa menduga-duga, karena belum ada penjelasan terbuka dari instansi terkait.

Dalam suasana yang menghangat ini, masyarakat justru berharap adanya langkah-langkah klarifikasi dari pihak berwenang. Tanpa keterbukaan, yang muncul justru kecurigaan dan ketidakpercayaan. Hal ini tentu tidak sehat bagi iklim investasi maupun stabilitas sosial di daerah.

Peristiwa di Singkep Barat ini bisa menjadi pelajaran penting bagi semua pihak: bahwa tata kelola sumber daya harus dilandasi oleh legalitas, transparansi, dan keadilan. Hukum harus hadir sejak awal, bukan hanya saat konflik sudah mencuat ke permukaan.

Jika tidak, yang rugi bukan hanya investor, tapi juga masyarakat luas yang berharap pengelolaan alam bisa memberikan manfaat bagi pembangunan daerah secara menyeluruh dan berkelanjutan.🇮🇩

Example 120x600
NASIONAL

Ke mana sebenarnya uang Rp500.000 per bulan yang disebut-sebut berasal dari seorang pelaku usaha kasino di Kota Batam? Pertanyaan ini mencuat setelah dana yang selama ini disalurkan melalui perantara berinisial RG di Tanjungpinang tak kunjung diterima oleh pihak penerima berinisial E sejak Januari 2026.

Sebelumnya, pola penyaluran dana tersebut berjalan lancar. Setiap bulan, tepatnya pada tanggal 11–12, E secara rutin menerima uang Rp500.000 melalui RG. Tidak pernah ada keterlambatan, tidak pernah ada persoalan. Namun pola yang telah berlangsung berbulan-bulan itu mendadak terputus.

Lingkungan

Aktivitas pembangunan di kawasan Tanjung Piayu belakangan menjadi sorotan publik, menyusul somasi terbuka terkait dugaan perusakan mangrove. Namun, pemuda setempat meminta isu ini disikapi secara objektif dan proporsional, menekankan bahwa proses pembangunan telah melalui tahapan perizinan sesuai ketentuan hukum dan berada di bawah pengawasan instansi terkait.