Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONAL

Isu Dugaan Penyelewengan Dana Pokir oleh Oknum DPRD dan Diskominfo Kepri, Publik Tuntut Transparansi dan Pertanggungjawaban

Avatar photo
108
×

Isu Dugaan Penyelewengan Dana Pokir oleh Oknum DPRD dan Diskominfo Kepri, Publik Tuntut Transparansi dan Pertanggungjawaban

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349362811044201","type":"ugc"}]}}

KANG JAROT

TintaJurnalisNews -Terkait Isu dugaan Selewengkan Dana Pokir Berkedok Publikasi, Oknum DPRD dan Oknum Diskominfo Kepri Disinyalir Terima Fee 40-65 Persen semakin memanas.

Menanggapi isu ini, Datok Agus Ramdah bukanlah satu-satunya yang bersuara lantang. Kang Jarot, seorang tokoh masyarakat yang memiliki reputasi besar di dunia politik, juga ikut memberikan komentarnya.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Ia mengungkapkan bahwa jika dugaan tersebut benar, maka hal ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat serta pelanggaran serius yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang wakil rakyat.

“Sangat fatal jika hal ini benar terjadi. Seorang anggota DPRD bisa duduk di kursi paling empuk karena dukungan masyarakat.

Jadi, dana pokir itu adalah hak masyarakat sepenuhnya, bukan untuk dipermainkan atau digunakan untuk menguntungkan diri sendiri,” ungkap Kang Jarot kepada Tintajurnalisnews pada hari Jumat, 23 Agustus 2024.

BACA JUGA:  Kakanwil Kemenkumham Kepri Lakukan Monitoring Perdana di Kantor Wilayah

Kang Jarot juga menghimbau kepada oknum DPRD yang diduga terlibat dalam penyelewengan ini untuk segera menghentikan tindakan yang sangat tidak terpuji tersebut.

Ia menekankan agar masyarakat tidak lagi dibodohi dengan praktik-praktik kotor seperti ini dan mendesak agar semua dana pokir yang telah diberikan dapat dipertanggungjawabkan dengan transparan.

“Cukup cukup sudah! Jangan masyarakat terus dibodohi. Bertobatlah!” tegas Kang Jarot kepada Oknum yang melakukan hal demikian.

Pernyataan Kang Jarot ini menggema di kalangan masyarakat, yang kini semakin menuntut transparansi dan kejelasan mengenai penggunaan dana pokir.

Isu ini juga menjadi sorotan berbagai pihak yang mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi mendalam guna mengungkap kebenaran serta memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat.

BACA JUGA:  Berbakti untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Hadirkan Pelayanan Gratis bagi Warga Distrik Kurima

Berlanjutnya polemik ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan yang merugikan publik.

Dalam situasi seperti ini, transparansi dan akuntabilitas dari pihak yang berwenang menjadi sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Berita Ini Masih Butuh Konfirmasi Selanjutnya.

HUKUM & KRIMINAL

Langkah tegas namun produktif ditunjukkan Kejaksaan Republik Indonesia dalam pemulihan aset negara. Melalui mekanisme resmi, empat kapal hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dimanfaatkan sebagai aset operasional negara.