Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Diduga Hilangkan Ijazah Mantan Pegawai, Manajemen Mr Blitz Tanjungpinang Bungkam

Avatar photo
181
×

Diduga Hilangkan Ijazah Mantan Pegawai, Manajemen Mr Blitz Tanjungpinang Bungkam

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Manajemen restoran cepat saji Mr Blitz cabang Batu 10 & Khairul Anam.

TINTAJURNALISNEWS –Manajemen restoran cepat saji Mr Blitz cabang Batu 10, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diduga lalai hingga menyebabkan hilangnya ijazah asli milik mantan pegawainya, Khairul Anam.

Peristiwa ini terungkap setelah pihak keluarga Anam mendatangi gerai tersebut pada 7 Maret 2025, meminta pengembalian dokumen penting tersebut. Namun, hingga kini, ijazah itu tak kunjung ditemukan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Muel Akhyar, paman Khairul Anam, mengungkapkan sejak awal pihaknya sudah curiga dengan manajemen Mr Blitz karena tidak bisa memberikan kejelasan terkait keberadaan ijazah tersebut.

“Pada Jumat malam, 7 Maret lalu, saya bertemu dengan pihak Mr Blitz bernama Yeza. Dalam pembicaraan itu, dia mengakui ponakan saya berkelakuan baik selama bekerja.

BACA JUGA:  Kapolresta Tanjungpinang Awasi Langsung Pengamanan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilkada

Tapi saat saya tanyakan soal ijazahnya, dia tidak bisa memastikan keberadaannya dan meminta waktu dua hari. Belakangan, saya mendapat kabar bahwa ijazah tersebut benar-benar hilang,” ungkap Muel kepada wartawan, Jumat (14/3/2025).

Alih-alih bersikap kooperatif, Muel justru mendapat informasi bahwa pihak Mr Blitz diduga mencoba mencetak ulang ijazah yang hilang dengan bantuan tenaga IT dan desain grafis.

“Menjelang puasa kemarin, saya kembali ke sana dan bertemu dengan admin bernama Ayu. Namun, jawabannya berbelit-belit. Saya hanya ingin mereka mengakui kelalaian ini, tapi ternyata tidak,” tambahnya.

Situasi semakin tidak kondusif ketika Mr Blitz diduga menghadirkan seorang pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian.

“Tiba-tiba ada seorang pria yang datang, duduk di meja yang sama, lalu membuka jaketnya dan terlihat berpakaian polisi lengkap. Saya tidak tahu apa maksudnya, tapi kehadirannya terkesan mengintimidasi,” kata Muel.

BACA JUGA:  Pos Subin Bersama Masyarakat Wujudkan Gotong Royong Bangun Rumah Warga Kampung Subin

Pria yang mengaku polisi itu bahkan berbicara dengan nada tinggi dan menyebut dirinya dikenal oleh semua orang di Tanjungpinang.

“Saya ditanya, ‘Bapak siapa?’ Saya jawab, ‘Saya paman Anam.’ Lalu dia membentak saya, ‘Anamnya mana? Bapak cuma pamannya, bapak tidak berhak. Panggil Anam ke sini!'” tutur Muel menirukan perkataan oknum tersebut.

Tidak terima dengan perlakuan itu, Muel menyatakan akan melaporkan dugaan kelalaian manajemen Mr Blitz ke pihak berwajib serta melaporkan oknum polisi tersebut ke Propam Polresta Tanjungpinang.

Wartawan berupaya mengonfirmasi pihak Mr Blitz, termasuk Yeza Eka Savitri. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan tidak mendapatkan jawaban.

Sebagai informasi, berdasarkan Pasal 406 ayat (1) KUHP, perusahaan yang sengaja menghilangkan dokumen penting milik karyawan dapat dijerat pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau denda.

BACA JUGA:  Panglima TNI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI Bahas Dinamika Geopolitik dan Misi Perdamaian Dunia

Sumber: Suhardi/Moel

Editor: Tinta Jurnalis News

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.