Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Tanjungpinang

Gas 3 Kg Diduga Boros, Warga Tanjungpinang Timur Keheranan: Baru Dibeli, Masak Air Saja Sudah Setengah Habis!

Avatar photo
125
×

Gas 3 Kg Diduga Boros, Warga Tanjungpinang Timur Keheranan: Baru Dibeli, Masak Air Saja Sudah Setengah Habis!

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"372016120028201","type":"ugc"}]}}

Gas elpiji 3 kilogram yang baru dibeli oleh seorang ibu rumah tangga berinisial E diduga mengalami keanehan.

TintaJurnalisNews – Seorang ibu rumah tangga berinisial E mengaku heran dengan gas elpiji 3 kilogram yang baru dibelinya dari salah satu warung di Kecamatan Tanjungpinang Timur, tidak jauh dari Hotel Aston. Pasalnya, gas tersebut diduga lebih cepat habis dari biasanya, meskipun hanya digunakan untuk memasak air panas.

“Baru beli gas, cuma buat panasin air, meterannya langsung setengah habis. Biasanya ini bisa bertahan berhari-hari sebelum sampai titik itu. Kan aneh,” ungkap E kepada Tinta Jurnalis News, Kamis (30/1/2025).

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Harapan Masyarakat dan Desakan Pengawasan:

Dugaan keanehan ini menimbulkan keresahan di kalangan pengguna gas subsidi, terutama rumah tangga kecil yang sangat bergantung pada efisiensi pemakaian. E berharap adanya pengawasan lebih ketat dari pemerintah agar masyarakat tidak dirugikan dengan kualitas gas yang dipertanyakan.

BACA JUGA:  Pengendara Keluhkan Jalan Becek di Proyek Dam Kilometer 12-14 Arah Kijang: "Berbahaya, Bisa Tergelincir!"

“Saya berharap pemerintah atau dinas terkait turun tangan. Kalau begini terus, masyarakat kecil yang paling kena dampaknya,” ujarnya.

Berdasarkan regulasi yang ada, gas elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan usaha mikro. Oleh karena itu, pengawasan distribusi dan kualitasnya menjadi tanggung jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Pertamina.

Masyarakat mendesak agar pihak terkait segera melakukan inspeksi di lapangan untuk memastikan tidak ada dugaan kecurangan dalam pengisian tabung gas. Selain itu, perlu adanya pengecekan terhadap standar dan kualitas gas yang beredar di pasaran guna menghindari potensi kerugian bagi konsumen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keanehan dalam konsumsi gas tersebut. Tinta Jurnalis News akan terus mengawal perkembangan kasus ini.

BACA JUGA:  Diduga Lilin Masih Menyala di Tempat Sembahyang, Kebakaran Lahap Toko Meubel Rezeki di Tanjungpinang

Berita Ini Masih Butuh Konfirmasi Selanjutnya. (Part I)