Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPolri

BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP

Avatar photo
206
×

BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP

Sebarkan artikel ini
kunjungan dan pengecekan proses pengolahan makanan bergizi gratis di dapur SPPG Polri, Cipinang [Dok. Divisi Humas Polri]

TINTAJURNALISNEWS —Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., saat melakukan kunjungan dan pengecekan proses pengolahan makanan bergizi gratis di dapur SPPG Polri, Cipinang.

Dalam keterangannya, Prof. Taruna menegaskan bahwa penilaian BPOM dilakukan secara objektif dengan menitikberatkan pada kebersihan serta tahapan produksi makanan. Menurutnya, seluruh proses yang dijalankan SPPG Polri telah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Saya melihat penilaian kami dilakukan secara objektif. Kita menyaksikan langsung prosesnya, dan kebersihannya juga dapat dilihat dengan jelas,” ujar Prof. Taruna.

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Berikan Remisi Khusus Natal 2024 sebagai Apresiasi atas Perbaikan Perilaku WBP

Ia menambahkan, terdapat keunggulan yang dinilai melampaui standar BPOM, yakni adanya proses screening atau pengecekan akhir sebelum makanan didistribusikan. Proses tersebut mencakup pengujian kandungan kimia berbahaya seperti arsen dan formalin.

“Ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Ini menjadi nilai tambah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Taruna menyebutkan bahwa pengetesan makanan yang dilakukan SPPG Polri merupakan kelebihan signifikan, meskipun belum menjadi kewajiban dalam standar BPOM. Menurutnya, proses pengujian tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari penggunaan test kit, reagen, sampel, hingga keterlibatan tenaga ahli.

“Ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Kualitas makanan yang disajikan bahkan setara dengan hidangan VIP,” pungkasnya.

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.