TINTAJURNALISNEWS —Pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar Persukuan Melayu Rantau Kasai (PMRK) di Kabupaten Rokan Hulu berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kearifan lokal. Polres Rokan Hulu tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga pendekatan humanis yang sarat penghormatan terhadap budaya Melayu, Selasa (7/4/2026).
Ratusan massa yang datang menyuarakan aspirasi terkait pengakuan hak ulayat serta penolakan kriminalisasi tokoh adat, disambut dengan cara yang tidak biasa. Aparat kepolisian menyapa para demonstran dengan mengenakan tanjak dan selendang, simbol adat Melayu, sekaligus menyerahkan bunga sebagai bentuk penghormatan dan persaudaraan.
Sebanyak 338 personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi. Massa yang diperkirakan mencapai 300 orang tiba menggunakan sejumlah bus dan kendaraan minibus, membawa berbagai atribut aksi seperti spanduk dan pengeras suara.
Selain menjaga situasi tetap kondusif, petugas juga membagikan air minum kepada peserta aksi guna memastikan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Bahkan, pendekatan Green Policing turut ditunjukkan melalui pembagian bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Wakapolres Rokan Hulu, Kompol I Made Juni Artawan, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan mengedepankan sikap humanis dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Menurutnya, kepolisian hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
Setelah menyampaikan aspirasi di Mapolres, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Rokan Hulu untuk melakukan audiensi. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin disepakati, di antaranya pengelolaan sebagian lahan eks PT Torganda oleh masyarakat adat serta komitmen untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap tokoh adat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 15.20 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Massa membubarkan diri dengan tertib, menandai keberhasilan pengamanan yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga membangun hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat.










