TINTAJURNALISNEWS –Akademi Kepolisian (Akpol) terus memperkuat transformasi sistem pendidikan dengan meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik sebagai bagian dari pengembangan konsep scientific policing. Fasilitas tersebut diresmikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Divisi Humas Polri, kehadiran kedua fasilitas tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan taruna melalui pendekatan yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, serta analisis berbasis data.

Wakapolri menjelaskan, Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dirancang untuk membekali para taruna dengan kemampuan mengambil keputusan melalui pemanfaatan big data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta analisis yang komprehensif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.
Laboratorium tersebut juga difungsikan sebagai ruang pembelajaran berbasis simulasi berbagai persoalan nyata yang berkembang di tengah masyarakat. Melalui fasilitas ini, para taruna didorong untuk mengasah kemampuan menganalisis dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan pendekatan yang humanis serta mengedepankan prinsip evidence-based policing.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Polda Jawa Tengah ditetapkan sebagai Teaching Laboratory. Melalui skema ini, para taruna akan memperoleh pengalaman langsung dalam mempelajari dan menganalisis berbagai dinamika kamtibmas di lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Selain itu, Akpol juga menghadirkan Kelas Tematik yang menerapkan metode pembelajaran interaktif berbasis studi kasus dari berbagai fungsi kepolisian. Materi yang dikembangkan saat ini mencakup bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), Brigade Mobil (Brimob), Reserse Kriminal (Reskrim), Identifikasi (Ident), hingga Laboratorium Forensik. Model pembelajaran tersebut akan terus dikembangkan agar mencakup seluruh fungsi teknis di lingkungan Polri.

Dalam publikasi tersebut juga dijelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini mendapat dukungan melalui hibah Bank Himbara dan sumbangsih para alumni Polri. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat transformasi pendidikan kepolisian sekaligus mencetak perwira yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada riset, dan siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan.
Peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik menjadi salah satu langkah Polri dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penerapan scientific policing. Dengan mengintegrasikan teknologi, analisis data, dan pendekatan ilmiah ke dalam sistem pendidikan, Polri menargetkan lahirnya perwira yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.















