Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Respons Cepat ATR/BPN Tanjungpinang, Ibu Syafrayatina Akhirnya Dapat Kepastian Penerbitan Sertifikat Tanah Baru

Avatar photo
183
×

Respons Cepat ATR/BPN Tanjungpinang, Ibu Syafrayatina Akhirnya Dapat Kepastian Penerbitan Sertifikat Tanah Baru

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"355553944004201","type":"ugc"}]}}

Ibu Syafrayatina

TintaJurnalisNews –Setelah melalui proses pengurusan yang panjang dan penuh tantangan, Ibu Syafrayatina, warga Tanjungpinang Timur, akhirnya dapat merasa lega. Berkat respons cepat dari Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Tanjungpinang, permasalahan yang sempat berlarut-larut terkait penerbitan sertifikat tanah baru, yang telah lama hilang, akhirnya berhasil diselesaikan.

Dalam pernyataannya kepada Tinta Jurnalis News, Ibu Syafrayatina menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan ATR/BPN. “Alhamdulillah, setelah mengalami banyak kendala, saya sangat berterima kasih kepada ATR/BPN Tanjungpinang yang telah membantu menyelesaikan masalah ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan mereka,” ungkapnya dengan penuh haru setelah mediasi yang sukses dilakukan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Permasalahan Hilangnya Sertifikat Tanah;

BACA JUGA:  Kementerian Komunikasi dan Digital Ungkap Visi Indonesia Digital 2045 untuk Keterbukaan Informasi

Proses pengurusan ini bermula ketika Ibu Syafrayatina berusaha untuk mendapatkan sertifikat tanah baru bagi lahan yang terletak di Jalan Satria 10, Ganet, Kecamatan Tanjungpinang Timur, setelah sertifikat sebelumnya hilang. Pengurusan tersebut terhambat oleh adanya surat sanggahan dari pihak lain, yang menyebabkan penerbitan sertifikat baru harus ditunda.

Kondisi ini menimbulkan kebingungan bagi Ibu Syafrayatina, yang merasa tidak pernah membuat atau menandatangani surat sanggahan tersebut. Situasi ini pun mendorong pihak terkait untuk menggelar mediasi agar masalah dapat diselesaikan secara efektif.

Mediasi Berhasil Menghasilkan Kesepakatan;

Mediasi yang dilakukan pada Senin (7/10/2024) di Kantor ATR/BPN Tanjungpinang akhirnya membuahkan hasil positif. Hendra, perwakilan dari ATR/BPN yang hadir dalam mediasi, menegaskan bahwa seluruh proses pengurusan administrasi telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kami berkomitmen untuk membantu Ibu Syafrayatina dalam penerbitan sertifikat tanah baru sesuai aturan yang ada,” jelas Hendra.

BACA JUGA:  Dari Segel Hingga Unjuk Rasa: Panasnya Perjalanan Stockpile Bauksit di Lingga, Siapa Bertanggung Jawab dan Berani Hentikan?

Dengan selesainya mediasi dan disepakatinya penerbitan sertifikat tanah baru, Ibu Syafrayatina berharap agar ke depan tidak ada lagi pihak yang menghalangi legalitas tanahnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa respons cepat dan mediasi yang baik dapat menyelesaikan sengketa hukum dengan cara yang adil dan efisien.(Redaksi)

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.