Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Keluhan Warga Tanjungpinang atas Kebijakan Pembayaran Tiket Kapal Pelni dengan Kartu ATM, Solusi Inklusif Ditunggu

Avatar photo
205
×

Keluhan Warga Tanjungpinang atas Kebijakan Pembayaran Tiket Kapal Pelni dengan Kartu ATM, Solusi Inklusif Ditunggu

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"355553944004201","type":"ugc"}]}}

Foto Ilustrasi

TintaJurnalisNews  -Kebijakan PT Pelni yang mewajibkan pembayaran tiket kapal hanya melalui kartu ATM di loket KM 5 Atas, Tanjungpinang, telah memicu keluhan dari sejumlah calon penumpang. Kebijakan tersebut dinilai tidak inklusif, mengingat banyak masyarakat yang belum memiliki akses perbankan.

Seorang calon penumpang, sebut saja HANA (nama samaran), berbagi pengalamannya saat hendak membeli tiket kapal. Ia mengaku kesulitan karena tidak memiliki kartu ATM, sedangkan pembayaran tunai tidak diterima di loket tersebut.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Saya datang ke loket dengan uang tunai, tapi mereka tetap memaksa saya membayar menggunakan kartu ATM. Karena tidak punya, saya harus meminjam kartu ATM dari kerabat,” keluh HANA saat diwawancarai pada Jumat (4/10/2024).

BACA JUGA:  KUHP Baru Berlaku 2 Januari 2026, Atur Penghinaan Presiden, Lembaga Negara, hingga Demonstrasi

Kondisi ini membuat HANA mempertanyakan kebijakan yang diterapkan oleh PT Pelni. “Mengapa harus wajib menggunakan kartu ATM? Bagaimana dengan kami yang tidak punya akses perbankan?” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pelni terkait kebijakan tersebut, terutama tentang opsi pembayaran lain bagi mereka yang tidak memiliki kartu ATM.

Calon penumpang berharap PT Pelni segera meninjau kebijakan ini dan memberikan alternatif pembayaran, seperti uang tunai atau metode pembayaran digital yang lebih inklusif dan mudah diakses.

Di tengah upaya modernisasi dan digitalisasi, HANA menegaskan pentingnya inklusi finansial, khususnya dalam sektor transportasi publik.

“Kebijakan ini harusnya memudahkan masyarakat, bukan malah menyulitkan. Semua orang, terlepas dari status ekonomi atau akses perbankan, harus bisa mengakses transportasi publik dengan mudah,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Pilot Susi Air yang Disandera 1,5 Tahun oleh KKB Nduga Akhirnya Dibebaskan

Dengan kebutuhan masyarakat Tanjungpinang yang beragam, diharapkan PT Pelni dapat mengevaluasi kebijakan pembayaran tiket ini secara komprehensif, mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi, serta memastikan layanan yang adil dan inklusif untuk semua pihak. (AH)

NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Haji dan Umrah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Ketua Pengawas Haji, serta pimpinan Komisi VIII DPR RI di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI), pertemuan tersebut membahas laporan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang secara umum dinilai berjalan baik, lancar, tertib, serta semakin memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.