Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Gedung Pelayanan Kesehatan Respirasi Ibu dan Anak RS Persahabatan Resmi Dibuka, Presiden Jokowi: “Cukup Berobat di Indonesia”

Avatar photo
134
×

Gedung Pelayanan Kesehatan Respirasi Ibu dan Anak RS Persahabatan Resmi Dibuka, Presiden Jokowi: “Cukup Berobat di Indonesia”

Sebarkan artikel ini

Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Gedung Pelayanan Kesehatan Respirasi Ibu dan Anak di Rumah Sakit Persahabatan

TintaJurnalisNews – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Gedung Pelayanan Kesehatan Respirasi Ibu dan Anak di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, pada Jumat, 30 Agustus 2024. Gedung baru ini diharapkan menjadi pusat rujukan nasional untuk penanganan penyakit respirasi bagi ibu dan anak, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas dan fasilitas yang disediakan di gedung baru tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran gedung ini akan menjadi solusi bagi masyarakat dari berbagai provinsi, terutama yang berada di luar Pulau Jawa, yang membutuhkan layanan kesehatan respirasi yang mumpuni. “Saya kira akan banyak sekali dari daerah-daerah dari provinsi lain dari pulau-pulau di luar Jawa yang juga akan merujuk ke sini karena memang peralatannya, dokter-dokternya sangat mendukung untuk kesembuhan ibu dan anak-anak kita,” kata Presiden.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

šŸ‘‰ Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Mabes TNI Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 76 Perwira Tinggi, Simbol Apresiasi dan Kepercayaan Institusi

Presiden juga menunjukkan kekagumannya saat meninjau langsung gedung baru RS Persahabatan. Desain arsitektur modern, kebersihan yang terjaga, dan penerangan yang memadai menjadi sorotan utamanya. “Bangunannya bagus, sangat bersih, desain arsitekturnya bagus, lampunya terang benderang, tidak seperti rumah sakit yang sering saya lihat di daerah-daerah agak gelap,” ujarnya.

Gedung ini dibangun dengan anggaran besar yang didukung oleh Islamic Development Bank. Presiden menegaskan bahwa investasi besar ini layak jika dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. “Untuk gedungnya saja Rp494 miliar. Kemudian untuk alat-alat, tadi saya lihat juga peralatannya sangat modern digital, anggaran untuk alat-alat Rp115 miliar. Coba ditambahkan sudah berapa? Masih plus untuk persiapan SDM-nya Rp42 miliar. Uang yang sangat gede sekali,” jelas Presiden.

BACA JUGA:  Viral! Perebutan Lahan Bazar di Jalan Merdeka, Teriakan "Tabrak!" Muncul Tanda Tanya Soal Komunikasi Pemkot Tanjungpinang

Dengan fasilitas modern dan tenaga medis profesional, Presiden Jokowi berharap masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. “Cukup di Indonesia, cukup di Rumah Sakit Persahabatan,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara peresmian ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Presiden Islamic Development Bank Muhammad Sulaiman Al Jasser, Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Direktur Utama Rumah Sakit Persahabatan Ibu dan Anak dr. Agus Dwi Susanto, serta Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito.

Dengan peresmian ini, diharapkan RS Persahabatan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia, sesuai dengan harapan Presiden Jokowi untuk menciptakan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  Perhimpunan UKM Indonesia Minta Presiden Jokowi Berikan Akses UMKM Seluas-luasnya, Antisipasi Resesi EkonomiĀ 

Sumber: BPMI Setpres

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.