Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPresiden RI

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan, Seluruh Masyarakat Didorong Miliki Rekening

Avatar photo
68
×

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan, Seluruh Masyarakat Didorong Miliki Rekening

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas terkait penguatan inklusi dan literasi keuangan di Istana Merdeka, Jakarta.

TINTAJURNALISNEWS —Pemerintah terus mendorong penguatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat dengan memperluas akses terhadap layanan perbankan. Salah satu arah kebijakan yang dibahas adalah mendorong agar seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening perbankan.

Berdasarkan keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Rapat tersebut membahas penguatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Usai rapat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Menurut Airlangga, hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen. Sementara tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 63,57 persen.

Ia menyebut capaian tersebut relatif baik apabila dibandingkan dengan standar yang digunakan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Meski demikian, pemerintah masih melihat perlunya perluasan akses perbankan agar masyarakat yang belum memiliki rekening dapat terhubung dengan layanan keuangan formal.

Untuk mendukung arahan Presiden, pemerintah menugaskan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mempersiapkan penyediaan rekening bagi masyarakat.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui pemadanan data kependudukan dari Dukcapil dengan sistem pembayaran Bank Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus mempermudah masyarakat mengakses layanan keuangan.

Selain rekening perbankan, pemerintah juga akan terus memperkuat penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS, sebagai bagian dari upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan nasional.

Penguatan sistem pembayaran tersebut juga diarahkan untuk mendukung penyaluran berbagai program pemerintah secara lebih mudah dan luas kepada masyarakat.