TINTAJURNALISNEWS –Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat upaya pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya, termasuk ketamin.
Hal tersebut disampaikan Tito melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @titokarnavian, Rabu (12/8/2026). Dalam unggahan tersebut, Tito juga mengapresiasi kolaborasi aparat dalam menggagalkan penyelundupan ketamin dalam jumlah besar.
Tito menyebut keberhasilan TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Badan Intelijen Negara (BIN) menggagalkan penyelundupan ketamin sebanyak 1,3 ton menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari peredaran dan penyalahgunaan zat berbahaya.
Menurut Tito, ketamin perlu mendapat perhatian serius. Meski disebut tidak termasuk dalam golongan narkotika, penyalahgunaan zat tersebut tetap dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi penggunanya.
Ia menilai penanganan narkotika dan zat berbahaya tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pemerintah daerah memiliki posisi strategis melalui tiga langkah utama, yakni pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi.

Pada aspek pencegahan, Tito mendorong Pemda memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Edukasi dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mengenal jenis narkotika yang selama ini sudah umum diketahui, tetapi juga memahami bahaya penyalahgunaan ketamin dan zat berbahaya lainnya.
Tito juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu didorong untuk memberikan informasi kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui adanya indikasi peredaran zat berbahaya di lingkungannya. Partisipasi tersebut dinilai dapat membantu proses penindakan.
Selain pencegahan dan penindakan, Pemda juga memiliki tanggung jawab dalam aspek rehabilitasi. Tito meminta pemerintah daerah memastikan ketersediaan serta penguatan pusat-pusat rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat penyalahgunaan zat berbahaya.
Terkait penggagalan penyelundupan ketamin sebanyak 1,3 ton, Tito menilai kasus tersebut juga dapat dijadikan bahan edukasi tambahan bagi pemerintah daerah. Sosialisasi dinilai perlu diperluas agar masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, semakin memahami risiko penyalahgunaan zat tersebut.
Tito mengarahkan seluruh Pemda untuk memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat masyarakat paling bawah sekaligus membangun partisipasi publik dalam mencegah peredaran zat berbahaya.















