Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PERISTIWA

Keluarga Soroti Penanganan Hilangnya Penumpang Kapal Roro, Harap Transparansi dan Pencarian Dimaksimalkan

Avatar photo
136
×

Keluarga Soroti Penanganan Hilangnya Penumpang Kapal Roro, Harap Transparansi dan Pencarian Dimaksimalkan

Sebarkan artikel ini
Suami korban, Zondi Fahrizal, menyampaikan harapan agar proses pencarian dan penanganan hilangnya Christina Lindasari dilakukan secara maksimal dan transparan.

TINTAJURNALISNEWS. –Kabar duka menyelimuti keluarga besar Christina Lindasari binti Yahya yang diduga menjadi korban musibah saat melakukan perjalanan laut menuju Tambelan menggunakan kapal Roro dari Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Berdasarkan keterangan keluarga, Christina diduga terjatuh dari kapal ketika pelayaran berlangsung di perairan antara Bintan dan Tambelan pada Rabu malam, 22 Juli 2026. Hingga Rabu (29/7/2026), korban belum ditemukan dan proses pencarian masih menjadi harapan besar keluarga.

Suami korban, Zondi Fahrizal, mengungkapkan bahwa istrinya berangkat bersama anak dan menantunya. Menurut informasi yang diterimanya, keberadaan Christina baru disadari hilang ketika sang anak hendak mengajaknya makan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Anak korban kemudian mencari ke beberapa bagian kapal, namun tidak menemukan keberadaan ibunya. Setelah itu mereka melaporkan kejadian tersebut kepada petugas informasi di kapal,” ujar Zondi saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/7/2026).

Zondi mengaku sangat terpukul sekaligus mempertanyakan respons awal pihak kapal setelah menerima laporan hilangnya penumpang.

“Yang saya sesalkan, pihak kapal saat mendapatkan informasi tidak melakukan tindakan apa pun, berhenti atau membantu mencari serta memberikan dengan melemparkan pelampung. Kemungkinan korban masih mengapung di sekitar wilayah kejadian,” ungkapnya.

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan keberadaan serta fungsi kamera pengawas (CCTV) yang ada di kapal. Hingga saat ini, menurut keluarga, belum ada kepastian mengenai rekaman CCTV yang diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi sebenarnya.

“Masak CCTV yang ada di kapal Roro tidak terjangkau dan hingga kini belum pasti akibat kejadiannya,” kata Zondi.

Keluarga berharap seluruh pihak yang berwenang dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait kronologi kejadian, termasuk hasil pemeriksaan rekaman CCTV serta perkembangan proses pencarian korban.

Di tengah penantian tersebut, keluarga juga telah mengeluarkan pengumuman duka yang menyebutkan Christina Lindasari binti Yahya wafat pada 28 Juli 2026 sebagai syahidah korban musibah kapal di perairan Tanjungpinang–Bintan.

Almarhumah diketahui merupakan warga Jalan Adi Sucipto, Perumahan Mahkota Alam Permai Blok L16 B, Kota Tanjungpinang.

Meski demikian, keluarga masih berharap korban dapat segera ditemukan, baik dalam keadaan apa pun, agar dapat dimakamkan secara layak sesuai syariat dan keinginan keluarga.

Sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama, keluarga berencana melaksanakan salat gaib pada Kamis (30/7/2026) setelah salat Ashar.

“Kami masih berharap beliau pulang dan pihak keluarga juga sudah setuju untuk melakukan salat gaib,” tutur Zondi.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat Kepulauan Riau. Selain berharap pencarian dilakukan secara maksimal, keluarga juga meminta adanya transparansi penuh mengenai penanganan insiden tersebut.

Keluarga menilai setiap laporan hilangnya penumpang seharusnya memperoleh respons cepat sesuai prosedur keselamatan pelayaran. Mereka berharap evaluasi menyeluruh dilakukan apabila ditemukan adanya kekurangan dalam penanganan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hingga berita ini diterbitkan, Tinta Jurnalis News masih berupaya mengonfirmasi pihak operator kapal, Basarnas, KSOP, dan instansi terkait guna memperoleh penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian, proses pencarian, serta dugaan yang disampaikan pihak keluarga.

Tinta Jurnalis News juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

PERISTIWA

Kabar duka menyelimuti Kabupaten Natuna. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Miskin (Formis) Kabupaten Natuna, Ronny Kambey, meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 17.41 WIB di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Natuna setelah menjalani perawatan intensif. Almarhum wafat pada usia 75 tahun.

PERISTIWA

Komitmen memberikan perlindungan kepada mitra pengemudi kembali ditunjukkan oleh Maxim Indonesia. Melalui kerja sama dengan Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI), perusahaan transportasi daring tersebut menyalurkan santunan penggantian biaya pengobatan kepada seorang mitra pengemudi di Kota Batam yang mengalami kecelakaan saat menjalankan layanan.