TINTAJURNALISNEWS –Ribuan warga yang mengatasnamakan masyarakat Anak Pulau dari berbagai wilayah hinterland Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Senin (15/6/2026). Massa memadati lokasi aksi sebagai bentuk protes terhadap Yusri Koto yang dinilai telah melontarkan pernyataan yang menyinggung serta melukai harga diri masyarakat pesisir Kepulauan Riau.
Berdasarkan pantauan Tim Tinta Jurnalis News di lapangan, aksi berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti masyarakat dari berbagai pulau penyangga di wilayah Batam. Massa secara bergantian menyampaikan orasi, membentangkan spanduk tuntutan, serta meneriakkan yel-yel yang menggema di lokasi demonstrasi.
Dalam orasinya, para peserta aksi menegaskan bahwa mereka menuntut Yusri Koto untuk segera memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Anak Pulau. Menurut mereka, pernyataan yang disampaikan Yusri Koto telah menimbulkan kekecewaan dan dianggap mencederai marwah masyarakat pesisir yang selama ini menjaga nilai-nilai adat dan kehormatan kampung halaman.
Suasana aksi sempat memanas ketika massa meminta agar pihak Yusri Koto mengirimkan perwakilan untuk menemui mereka dan memberikan penjelasan secara langsung. Seruan tersebut disampaikan secara lantang oleh sejumlah peserta aksi yang mengaku datang untuk memperjuangkan harga diri masyarakat Anak Pulau.
“Makanya keluarkan perwakilan Yusri Koto! Demi marwah kampung kami Anak Pulau, kami siap mati!” teriak salah seorang peserta aksi yang kemudian disambut sorakan dan dukungan dari ribuan massa lainnya.
Tidak hanya menuntut klarifikasi dan permintaan maaf, massa juga mendesak Yusri Koto untuk bertanggung jawab atas polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, terdengar pula seruan yang meminta Yusri Koto meninggalkan Batam sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas pernyataan yang dianggap telah menyinggung perasaan masyarakat Anak Pulau.
“Kita datang untuk mengusir Yusri Koto,” seru salah seorang orator dari atas mobil komando. Meski demikian, orator tersebut tetap mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak terpancing emosi, dan menyampaikan aspirasi secara damai sesuai aturan yang berlaku.

Aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi guna memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta koordinator lapangan juga terus memberikan arahan kepada massa agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Meski sempat diwarnai ketegangan akibat tingginya antusiasme peserta aksi, demonstrasi berlangsung relatif tertib hingga selesai. Massa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Anak Pulau dalam menjaga marwah, kehormatan, serta persatuan masyarakat pesisir Kepulauan Riau.
Mereka berharap persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan melalui langkah yang bijaksana dan mengedepankan dialog, sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat Kepulauan Riau yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana harmonis.
Hingga aksi berakhir, tuntutan utama massa tetap tidak berubah, yakni meminta Yusri Koto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Anak Pulau serta memberikan penjelasan atas pernyataan yang dianggap telah menyinggung dan melukai perasaan warga pesisir Kepulauan Riau.









