TINTAJURNALISNEWS – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang nelayan asal Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, yang sempat menjadi perhatian masyarakat akhirnya mendapat respons dari pemerintah dan aparat terkait setelah ramai diberitakan media.
Pemerintah bersama pihak kepolisian dan Lembaga Adat Melayu (LAM) kemudian memfasilitasi pertemuan antara nelayan berakit dan nelayan Mantang guna meredam ketegangan yang sempat terjadi pasca-insiden dugaan pengeroyokan tersebut.
Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, Sasjoni, mengatakan langkah mediasi tersebut dilakukan setelah kasus yang terjadi menjadi sorotan publik melalui pemberitaan media.
“Setelah berita naik terkait pengeroyokan di Bintan, pemerintah langsung mengambil langkah untuk mempertemukan nelayan berakit dengan nelayan Mantang. Hasilnya kemudian dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Polres dan LAM,” ujar Sasjoni kepada Tinta Jurnalis News, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak diberikan kesempatan menyampaikan pandangan masing-masing terkait peristiwa yang terjadi. Mediasi berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, dan tokoh adat sebagai upaya menciptakan suasana yang lebih kondusif di tengah masyarakat pesisir.
Sasjoni menilai perhatian media memiliki peran penting dalam mendorong hadirnya respons dari berbagai pihak terhadap persoalan yang sebelumnya telah berlangsung selama beberapa waktu.
“Selama beberapa minggu persoalan ini berjalan. Setelah menjadi perhatian dan ramai diberitakan media, akhirnya ada langkah untuk mempertemukan kedua belah pihak,” katanya.
Mediasi tersebut diharapkan dapat menjadi jalan untuk meredakan ketegangan yang muncul pasca-dugaan pengeroyokan, sekaligus menjaga hubungan baik antarwarga pesisir di Kabupaten Bintan agar tetap harmonis dan kondusif.









