Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
EKONOMI

Rupiah dan IHSG Menguat, Dasco Optimistis Kepercayaan Pasar Terus Meningkat

Avatar photo
83
×

Rupiah dan IHSG Menguat, Dasco Optimistis Kepercayaan Pasar Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan kepada wartawan terkait penguatan Rupiah, kenaikan IHSG, dan kondisi pasar modal di Kompleks Parlemen

TINTAJURNALISNEWS –Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut positif penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Dasco, kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menilai berbagai langkah yang tengah dan akan dilakukan pemerintah berpotensi memperkuat tren positif tersebut.

“Saya pikir kepercayaan terhadap pemerintah juga semakin kuat sehingga itu berpengaruh terhadap pasar dan juga terhadap penguatan nilai tukar Rupiah. Saya pikir kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  GWI Kalsel Telusuri Aduan Lonjakan Harga BBM dan Pelayanan SPBU di Sejumlah Wilayah

Dasco mengaku memperoleh informasi bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi yang diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap nilai tukar Rupiah dalam waktu dekat.

“Saya juga mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah yang saya yakini akan membuat nilai tukar atau Rupiah menguat,” ujarnya.

Melihat perkembangan tersebut, Dasco turut mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar AS dengan tujuan memperoleh keuntungan dari pergerakan kurs untuk mempertimbangkan kembali langkah tersebut.

“Mungkin bagi teman-teman yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas. Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai Rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar,” katanya.

BACA JUGA:  Pantau Harga Pangan Nataru, BULOG Bersama Satgas Pangan Pastikan Sembako Stabil dan Stok Aman hingga 2026

Selain menyoroti penguatan Rupiah, Dasco juga menanggapi aksi pembelian kembali saham atau buyback yang dilakukan sejumlah perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ia menilai langkah tersebut merupakan keputusan strategis mengingat fundamental sejumlah perusahaan yang terlibat dalam proyek-proyek strategis nasional masih cukup kuat.

“BUMN dan swasta-swasta yang proyek-proyeknya strategis itu fundamentalnya kuat. Sehingga ketika harga pasar sedang turun, tentunya sangat strategis bagi BUMN atau Himbara untuk melakukan buyback kembali. Investor maupun pelaku pasar juga melihat pembelian pada saat kondisi pasar seperti kemarin sebagai momentum yang tepat,” jelasnya.

Terkait isu pembelian saham Bank Central Asia (BCA), Dasco menegaskan tidak ada persoalan selama transaksi dilakukan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme pasar yang berlaku.

BACA JUGA:  Dari Kebumen, Udang Jadi Kekuatan Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

“Saya pikir kalau Bank BCA sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar, tidak ada masalah. Apalagi saat ini sahamnya sedang lumayan murah. BCA termasuk swasta nasional yang strategis. Sepanjang melalui mekanisme pasar, silakan saja dibeli,” pungkasnya.

EKONOMI

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan koordinasi lintas lembaga. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, usai mengikuti Rapat Koordinasi Perkembangan Kondisi Ekonomi yang digelar di Gedung Nusantara III, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.