TINTAJURNALISNEWS –Diskusi rutin Kamis-Senin yang digelar Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026), berlangsung hangat dengan membahas berbagai persoalan nasional.
Informasi yang diterima Redaksi TJN dari Jacob Ereste 21/5/26 menyebutkan, kegiatan tersebut turut dihadiri Sultan Saladin bersama permaisuri dari Kesultanan Kanoman Cirebon.
Dalam pertemuan santai tersebut, sejumlah topik menjadi pembahasan, mulai dari kondisi ekonomi nasional, nilai tukar dolar terhadap rupiah, spiritualitas, fasilitas publik hingga sosok ideal pemimpin Indonesia.
Sultan Saladin dalam diskusi itu menyoroti pentingnya membuka lapangan kerja agar perputaran ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah tekanan ekonomi global.
Selain itu, pembahasan juga menyentuh persoalan spiritualitas yang dinilai masih kerap disalahpahami sebagian masyarakat. Menurutnya, spiritualitas tidak selalu identik dengan hal mistis, melainkan juga berkaitan dengan proses belajar dan pencarian ilmu.
Diskusi kemudian berkembang pada persoalan pelayanan dan fasilitas publik di Indonesia yang dinilai masih perlu pembenahan. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas mengenai pentingnya kepemimpinan yang bijaksana dan mampu menerima aspirasi rakyat.
Sri Eko Sriyanto Galgendu dalam forum itu menyebut sikap bijaksana dalam kepemimpinan bukan hal mudah diterapkan, terutama dalam menerima kritik maupun masukan dari pihak lain.
Pertemuan informal GMRI yang berlangsung lebih dari tiga jam itu diakhiri dengan pembahasan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang berkembang di tengah masyarakat.









