Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti “Istana untuk Anak Sekolah”

Avatar photo
157
×

Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti “Istana untuk Anak Sekolah”

Sebarkan artikel ini
Dok. Kemensetneg RI

TINTAJURNALISNEWS –Program “Istana untuk Anak Sekolah” kembali menghadirkan pengalaman berharga bagi ratusan pelajar dan mahasiswa pada Selasa (19/5/2026). Sebanyak sekitar 500 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka terdiri dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Budi Luhur (UBL), serta siswa SMPN 94 dan SMPN 4 Jakarta.

Sejak pagi hari, para peserta telah berkumpul di Aula Hoegeng untuk mendapatkan materi mengenai pemerintahan dan tata negara. Suasana semangat dan rasa penasaran terlihat sejak awal kegiatan dimulai.

Setelah itu, rombongan diajak menuju kompleks Istana Kepresidenan Jakarta guna mengenal lebih dekat sejarah bangsa serta sistem pemerintahan Indonesia. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berkesempatan melihat langsung ruang-ruang bersejarah yang selama ini hanya mereka lihat melalui televisi maupun media sosial.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Mereka diajak berkeliling mulai dari Istana Merdeka, Kantor Presiden, hingga Istana Negara yang menjadi tempat lahirnya berbagai keputusan penting bangsa Indonesia.

Mahasiswa Kriminologi Universitas Budi Luhur, Abielle Darren, mengaku pengalaman tersebut menjadi momen yang sangat berkesan baginya. Ia tidak menyangka bisa masuk langsung ke dalam kompleks Istana Kepresidenan.

“Awalnya saya ekspektasi itu hanya di luarnya saja. Tetapi ternyata bisa masuk ke dalamnya juga. Yang biasa saya lihat di berita biasanya kan, akhirnya saya bisa lihat langsung. Cita-cita saya itu kalau gak menjadi kriminolog, menjadi politisi juga,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa UGM, Salsabilah Azzahra, menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Ia berharap program seperti ini dapat terus dibuka untuk lebih banyak pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan.

“Harapan saya Istana Negara dapat menerima mahasiswa maupun siswa dari SD hingga SMA untuk berkunjung langsung ke istana negara ini, karena begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil,” katanya.

Richwan bersama rekan-rekannya dari Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi Sekolah Vokasi UGM juga menilai kegiatan tersebut memberikan sudut pandang baru mengenai pentingnya pelestarian sejarah dan dokumentasi negara.

“Kita belajar untuk bagaimana Sekretaris Negara dan juga Istana itu merawat dan juga melestarikan cagar budaya yang ada di sini,” ungkap Richwan.

Di antara para peserta, Alzena, siswi SMP 4 Jakarta, tampak begitu bersemangat ketika mendapat kesempatan berbicara di podium. Ia mengaku momen tersebut membuat dirinya semakin termotivasi untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Saya merasa sangat bersemangat sekali dan merasa sangat terinspirasi untuk menjadi seorang pemimpin bangsa,” katanya.

Antusiasme juga terlihat dari siswa SMPN 94 Jakarta seperti Gyenitra, Gyandra, dan Adalira yang sejak pagi sudah bersiap demi bisa melihat langsung bangunan Istana Merdeka.

“Kita pengen banget lihat sejarah-sejarah dari sini dan melihat langsung Istana Merdeka yang biasanya cuma terlihat di video,” ujar mereka penuh semangat.

Di akhir kunjungan, para peserta turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk berkunjung langsung ke Istana Merdeka.

Program “Istana untuk Anak Sekolah” dinilai menjadi salah satu sarana edukasi yang mampu menumbuhkan wawasan kebangsaan, semangat belajar, serta kecintaan generasi muda terhadap sejarah bangsa Indonesia.

NASIONAL

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menguraikan sejumlah poin dalam surat dakwaan terhadap dr. Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026). Salah satu pokok dakwaan menyebut Presiden ke-7 RI, Ir. H. Joko Widodo, mengalami kerugian immateriil akibat tuduhan mengenai keaslian ijazahnya.

HUKUM & KRIMINAL

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam perkembangan terbaru, penyidik mengungkap keterlibatan seorang perwira tinggi Polri, oknum TNI aktif, hingga pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) yang diduga memiliki peran penting dalam praktik korupsi pengadaan barang dan jasa.