TINTAJURNALISNEWS –Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Dedi Prasetyo, menegaskan pentingnya peran strategis fungsi Humas dalam menjaga stabilitas informasi publik. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun 2026 yang digelar di Jakarta.
Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan bahwa informasi yang tidak akurat berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, informasi yang disampaikan secara benar, cepat, dan tepat dapat menjaga ketenangan publik serta memperkuat kepercayaan terhadap institusi Polri.
Ia juga mendorong Humas Polri untuk terus bertransformasi melalui pendekatan intelligence-led communication, yakni strategi komunikasi berbasis data dan analisis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital seperti big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Selain itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi faktor krusial. Menurutnya, kemampuan komunikasi yang baik harus dimiliki seluruh personel Polri guna mendukung penyampaian informasi yang efektif serta membangun citra positif institusi.
Dalam kesempatan tersebut, Polri turut menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah, termasuk mendukung visi pembangunan nasional yang selaras dengan agenda prioritas Presiden Republik Indonesia melalui gerakan #WujudkanAstaCita.
Dengan penguatan fungsi Humas yang adaptif dan profesional, Polri diharapkan mampu menghadapi tantangan era digital sekaligus melawan disinformasi di ruang publik.









