Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALSatpol PP

Sejak Memanasnya Isu Anggaran Publikasi Satpol PP di Kepri, Komentar Warganet Membanjiri Kanal TJN: “Apa Fungsi Satpol PP Selain Membebani Negara?”

Avatar photo
280
×

Sejak Memanasnya Isu Anggaran Publikasi Satpol PP di Kepri, Komentar Warganet Membanjiri Kanal TJN: “Apa Fungsi Satpol PP Selain Membebani Negara?”

Sebarkan artikel ini
Satpol PP [TJN]

TINTAJURNALISNEWS –Sorotan terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kepulauan Riau terus menjadi perbincangan publik. Sejak mencuatnya isu terkait anggaran publikasi yang ramai dibahas masyarakat, berbagai tanggapan hingga komentar tajam dari warganet mulai bermunculan di kanal media sosial milik Tinta Jurnalis News.

Komentar-komentar tersebut terlihat membanjiri sejumlah platform media sosial resmi Tinta Jurnalis News seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Warganet dari berbagai daerah menyampaikan pandangan mereka terkait keberadaan serta fungsi Satpol PP di tengah masyarakat.

Salah satu komentar yang muncul mempertanyakan peran Satpol PP yang dinilai seharusnya hadir untuk menjaga ketertiban umum serta membantu masyarakat. Namun menurut pandangan warganet tersebut, praktik di lapangan terkadang justru menimbulkan polemik.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Tim Kemenko Polkam Pastikan Penanganan Terpadu Tragedi Kebakaran Panti Werdha di Manado

Dalam komentar yang masuk, warganet itu menilai keberadaan Satpol PP seharusnya tidak menjadi beban negara dan diharapkan lebih berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya para pedagang yang mencari nafkah di pinggir jalan.

Ia juga menyinggung sebuah kejadian yang menurutnya pernah terjadi, di mana seorang pedagang yang berjalan kaki menjual ayam disebut sempat diambil barang dagangannya dengan alasan tidak memiliki izin usaha.

Selain itu, dalam komentarnya juga disebutkan contoh lain yang diklaim terjadi di wilayah Mesuji, Lampung. Dalam pernyataan tersebut, sebuah warung sembako yang berada di rumah warga disebut sempat ditertibkan hingga barang dagangannya diangkut dan tidak tersisa.

Komentar tersebut kemudian memicu diskusi di kalangan warganet lainnya. Sebagian menyampaikan kritik terhadap cara penertiban yang dianggap kurang berpihak pada masyarakat kecil, sementara yang lain berharap agar penegakan aturan tetap dilakukan, namun dengan pendekatan yang lebih bijak dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional di Istana Negara

Ramainya tanggapan yang masuk di kanal media sosial Tinta Jurnalis News menunjukkan bahwa isu terkait penegakan aturan oleh aparat daerah masih menjadi perhatian masyarakat luas.

Media Tinta Jurnalis News sendiri tetap membuka ruang bagi berbagai pihak, termasuk instansi terkait, untuk memberikan pandangan maupun klarifikasi. Hal tersebut dilakukan guna menghadirkan informasi yang berimbang serta tetap mengedepankan prinsip jurnalistik sesuai dengan slogan media ini, “RILL NO HOAX.”

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.