Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINAL

Limbah Kulit Ari Kelapa PT Bionesia Timbulkan Bau Busuk di Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban, Warga Terganggu

Avatar photo
1080
×

Limbah Kulit Ari Kelapa PT Bionesia Timbulkan Bau Busuk di Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban, Warga Terganggu

Sebarkan artikel ini
kawasan Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban

TINTAJURNALISNEWS —Aktivitas pengangkutan limbah kulit ari kelapa milik PT Bionesia kembali dikeluhkan warga setelah menimbulkan bau busuk yang menyengat di kawasan Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban, Jumat (21/11/2025) sore.

Saat memasuki area pelabuhan, aroma menyengat langsung menyeruak dan mengganggu kenyamanan masyarakat serta pengguna jasa penyeberangan yang tengah menunggu jadwal keberangkatan menuju Batam.

Limbah kulit ari kelapa yang diangkut menggunakan truk tersebut tampak tidak tertutup dengan baik, sehingga menimbulkan tetesan air limbah dan aroma tak sedap di sekitar pelabuhan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Sejumlah warga dan pedagang yang beraktivitas di sekitar pelabuhan mengaku sangat terganggu dan meminta pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas.

“Tolonglah limbah-limbah ini jangan sampai membuat bau busuk begini. Mual baunya. Kasihan orang-orang yang jual makanan di sini,” ujar Pulungan, warga Tanjunguban yang sehari-hari berada di area pelabuhan.

BACA JUGA:  Gelper Didominasi Dewasa, Pemko Batam dan APH Jangan Bungkam: Hiburan Keluarga atau Ketangkasan Berbalut Tanda Tanya?

Warga menilai bahwa persoalan ini bukan kejadian baru. Pengangkutan limbah sejenis disebut kerap dilakukan sejumlah pengusaha melalui pelabuhan Roro, namun penanganan dan kerapian pengemasan sering kali tidak diperhatikan. Akibatnya, air dari limbah kulit ari kelapa menetes sepanjang jalan dan meninggalkan genangan berbau di area parkir truk Pelabuhan ASDP.

Masyarakat berharap ada langkah cepat dan tegas dari instansi terkait, baik dari pengelola pelabuhan, pemerintah daerah, maupun pihak pengawasan lingkungan, agar aktivitas pengangkutan limbah tidak mencemari udara dan tidak mengganggu kegiatan ekonomi warga.

“Kami hanya ingin lingkungan tetap bersih. Jangan sampai bau limbah seperti ini terus terjadi tanpa penanganan.” tambah salah satu pedagang di pelabuhan.

BACA JUGA:  Polda Kepri Tegas: Zero Tolerance Karhutla, Pembakar Lahan Siap-Siap Diproses Hukum

Warga Tanjunguban meminta PT Bionesia dan pengusaha pengangkutan lainnya agar memastikan limbah dikemas lebih rapat, tidak bocor, serta memenuhi standar pengangkutan limbah yang ramah lingkungan. Mereka berharap segera ada tindak lanjut guna mencegah dampak lingkungan yang lebih besar.

 

(NANANG)

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp