Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Bintan

Sudah Pungli, Sok Patent! Pengurus Portal Tambang Ilegal di Bintan Sulit Dihubungi, Nomor Media Diblokir

Avatar photo
183
×

Sudah Pungli, Sok Patent! Pengurus Portal Tambang Ilegal di Bintan Sulit Dihubungi, Nomor Media Diblokir

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Ilustrasi Tinta Jurnalis News

TINTAJURNALISNEWS –Upaya menghubungi para pengurus atau tukang kutip uang di portal tambang ilegal di wilayah Bintan ternyata bukan perkara mudah. Ketika media mencoba melakukan klarifikasi atau sekadar meminta keterangan, yang didapat justru penolakan secara halus hingga pemblokiran nomor.

Sikap tertutup ini menimbulkan tanda tanya besar. Sudah melakukan pungutan liar dari aktivitas tambang ilegal, kini malah terkesan “sok patent”, seolah kebal terhadap pertanyaan dan pengawasan publik. Bukan hanya menghindar, mereka bahkan bertindak seakan memiliki otoritas penuh atas lokasi tambang tanpa bisa disentuh oleh siapa pun.

Lebih ironis lagi, di tengah maraknya pemberitaan soal tambang ilegal dan instruksi tegas dari Kapolri untuk menindaknya, justru di Bintan aktivitas ini kian tumbuh subur. Tak ada transparansi, tak ada tanggung jawab, yang ada hanyalah upaya menutup rapat akses informasi—termasuk dari media yang menjalankan tugas jurnalistik sesuai undang-undang.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Pentingnya Kerjasama Aparat, Pengelola, Wisatawan Dalam Menciptakan Suasana Aman, Nyaman Di Lokasi Wisata

Tindakan memblokir nomor media menjadi bukti bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutupi. Seolah keberadaan wartawan dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan mereka yang bermain di balik aktivitas tambang ilegal ini. Padahal, media hadir bukan untuk menghakimi, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi yang layak diketahui publik.

Jika pengurus tambang ilegal saja sudah berani menolak dikonfirmasi dan memutus komunikasi secara sepihak, maka patut dipertanyakan sejauh mana perlindungan dan pembiaran yang mereka rasakan. Apakah benar-benar tidak terjamah hukum, atau sengaja dibiarkan?

Bersambung….