Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Razia Gelper di Batam 16 Maret 2025: Penertiban Serius atau Hanya Formalitas?

Avatar photo
178
×

Razia Gelper di Batam 16 Maret 2025: Penertiban Serius atau Hanya Formalitas?

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Ilustrasi Tinta Jurnalis News

TINTAJURNALISNEWS –Razia gelanggang permainan elektronik (gelper) di Kota Batam yang digelar Tim Terpadu pada 16 Maret 2025 masih menyisakan pertanyaan.

Pasalnya, meski sejumlah karyawan diamankan bersama barang bukti, informasi terbaru menunjukkan beberapa lokasi gelper yang sempat dirazia kini kembali beroperasi seperti biasa.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Fakta ini memunculkan spekulasi di tengah masyarakat: apakah razia tersebut benar-benar bertujuan menegakkan aturan atau sekadar formalitas belaka?

Sejumlah warga mengaku tidak terkejut melihat gelper yang sempat disegel kini kembali ramai.”

Kalau memang niatnya menutup, kenapa bisa buka lagi secepat itu? Jangan sampai ini hanya syarat saja,” ujar seorang warga (Narsum) yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Deputi Bidkoor Hukum dan HAM Masuk Nominasi Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Sebelumnya, dalam operasi yang digelar di Jalan Raja Muhammad Saleh, Kelurahan Belian, beberapa individu dan barang bukti sempat diamankan menggunakan truk.

Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah kasus tersebut berlanjut ke proses hukum atau hanya sebatas teguran.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait razia ini maupun alasan beberapa gelper yang dirazia kini kembali beroperasi.

Masyarakat menanti transparansi dari pihak berwenang agar penertiban ini tidak dianggap hanya sebagai formalitas semata.

Jika penertiban ini hanya sebatas simbolis, tentu kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin dipertanyakan. Apakah ini bentuk pembiaran atau ada faktor lain yang belum terungkap?

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp