Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Deputi Bidkoor Hukum dan HAM Masuk Nominasi Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Avatar photo
9
×

Deputi Bidkoor Hukum dan HAM Masuk Nominasi Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Sebarkan artikel ini
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

Deputi Bidkoor Hukum dan HAM

TintaJurnalisNews –Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam mengikuti wawancara evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dengan Tim Penilai Nasional dari Kementerian PAN dan RB pada Kamis, 11 Oktober 2024.

Proses ini merupakan bagian penting dari rangkaian penilaian Zona Integritas, di mana Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang lolos seleksi administrasi akan melanjutkan ke tahap observasi lapangan. Penghargaan Zona Integritas ini diberikan kepada instansi yang dianggap berhasil menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani, sekaligus terbebas dari praktik korupsi.

Sugeng Purnomo, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidkoor Hukum dan HAM, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Kami senantiasa berkomitmen meningkatkan kinerja, integritas, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Menjadi salah satu nominasi penerima penghargaan ini memotivasi kami untuk terus bekerja keras menyesuaikan dengan tantangan global dan kebutuhan masyarakat,” jelas Sugeng dalam presentasi progress pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Turut hadir dalam kegiatan ini seluruh pejabat dan pegawai Deputi Bidkoor Hukum dan HAM, beserta Tim Penilai Internal Kemenko Polhukam serta Tim Penilai Nasional dari Kementerian PAN dan RB.

Sumber: Humas Kemenko Polhukam/BN

Example 120x600
HUKUM & KRIMINAL

Setelah HD dan OFO sebelumnya ramai diperbincangkan, kini hadir tiga nama baru: PSG, UFO Mind, dan UFO Bold semuanya ditemukan beredar luas tanpa pita cukai resmi, dan dijual terang-terangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menciptakan satu pertanyaan besar yang terus mengendap di benak publik: “Mengapa mafia rokok ilegal tampak lebih terorganisir, lebih berani, dan lebih stabil dibanding negara?”