Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Stop Intimidasi Terhadap Jurnalis: Dukungan untuk Kebebasan Pers Harus Diperkuat

Avatar photo
147
×

Stop Intimidasi Terhadap Jurnalis: Dukungan untuk Kebebasan Pers Harus Diperkuat

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"339339984069201","type":"ugc"}]}}

Foto Ilustrasi Tinta Jurnalis News

TintaJurnalisNews –Insiden intimidasi yang hampir berujung pada kekerasan menimpa Jurnalis Radar Kepri, Aliasar, saat meliput proyek pengadaan bonsai di Kabupaten Lingga.

Insiden ini diduga melibatkan Sekretaris DPRD Kabupaten Lingga, Safarudin, dan telah memicu perhatian luas dari berbagai kalangan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Edo Jurnalis, pemilik Media Tinta Jurnalis News, mengecam keras tindakan tersebut, mengingatkan bahwa pejabat publik seharusnya menjadi teladan dalam menghormati etika dan peran jurnalis sebagai kontrol sosial.

“Pejabat publik memiliki tanggung jawab besar untuk menyikapi perbedaan pendapat dengan bijak, terutama terhadap jurnalis yang berfungsi sebagai pengawas. Tindakan intimidasi hanya akan mencederai citra lembaga dan melemahkan kepercayaan publik,” tegas Edo.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Kepri Terpilih: Harapan Baru untuk Masa Depan Kepulauan Riau

Lebih lanjut, Edo menekankan bahwa ketidakpuasan terhadap pemberitaan seharusnya disampaikan melalui jalur hukum yang tepat, bukan dengan kekerasan atau ancaman.

“Kita harus menghormati proses hukum dan berkomunikasi secara profesional. Intimidasi tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menciptakan lebih banyak ketegangan,” tambahnya.

Edo berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pejabat publik untuk menjaga integritas dan menghormati profesi jurnalis sebagai pilar demokrasi. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas demi melindungi jurnalis dalam menjalankan tugas mereka.

“Kesadaran akan pentingnya kebebasan pers dan penghormatan terhadap profesi jurnalis sangat krusial untuk menjaga demokrasi yang sehat dan transparan,” tutup Edo.

Insiden ini diharapkan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi para jurnalis untuk menjalankan tugas mereka tanpa rasa takut akan intimidasi atau kekerasan.

BACA JUGA:  Komitmen Tegas Berantas Narkotika di Lapas dan Rutan, Menteri Agus Andrianto: Zero Narkoba Harga Mati

🙏🙏🙏

NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Haji dan Umrah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Ketua Pengawas Haji, serta pimpinan Komisi VIII DPR RI di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI), pertemuan tersebut membahas laporan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang secara umum dinilai berjalan baik, lancar, tertib, serta semakin memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.