Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
SOSIAL

Sembilan Bulan Terjebak di Kamboja, Diah Ayu Retno Akhirnya Pulang ke Tanjunguban

Avatar photo
317
×

Sembilan Bulan Terjebak di Kamboja, Diah Ayu Retno Akhirnya Pulang ke Tanjunguban

Sebarkan artikel ini
Diah Ayu Retno (26)
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS -Upaya kemanusiaan Aliansi Masyarakat Bintan bagian utara akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga Tanjunguban, Bintan Utara, bernama Diah Ayu Retno (26) berhasil dipulangkan ke Indonesia melalui jalur Deportasi Mandiri dari Negara Kamboja setelah kurang lebih sembilan bulan berada di luar negeri.

Diah, yang merupakan warga Kampung Baru, Perumahan Telaga Surya, Tanjunguban, tiba dengan selamat dan disambut penuh haru oleh pihak keluarga. Tangis bahagia orang tua pecah saat Diah kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya.

Proses pemulangan ini tidak lepas dari peran berbagai pihak, di antaranya Yayasan Embun Pelangi Batam, BP3MI, serta Aliansi Masyarakat Bintan bagian utara yang sejak awal turut mengawal dan memperjuangkan kepulangan Diah ke Indonesia.

Kedatangan Diah disambut langsung oleh Ketua Aliansi Masyarakat Bintan bagian utara Syamsuddin AT, Wakil Ketua Ramlan, perwakilan Yayasan Embun Pelangi Batam Etia Resti, perwakilan BP3MI Ketut, serta unsur kepolisian dari Polsek Bintan Utara yang diwakili Iptu Catur Nugraha.

Syamsuddin AT menyampaikan bahwa dorongan utama dalam membantu pemulangan Diah adalah rasa kepedulian sesama warga Tanjunguban.

“Sebagai sesama masyarakat Tanjunguban, kami merasa terpanggil untuk membantu saudara kita yang sedang kesusahan. Dengan berbagai upaya dan koneksi, akhirnya dipertemukan jalannya bersama Yayasan Embun Pelangi Batam hingga Diah bisa dipulangkan dari Kamboja ke Tanjunguban,” ujar Syamsuddin.

Ia mengungkapkan, perjuangan tersebut tidaklah mudah. Proses pemulangan melalui jalur deportasi mandiri membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang melelahkan dan cukup dramatis, hari ini, Minggu 28 Desember 2025, Diah akhirnya tiba dengan selamat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, dan semoga ke depan tidak ada lagi kasus serupa,” tambahnya.

Dalam penuturannya, Diah mengaku berangkat ke Kamboja bersama rekannya dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Namun kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Berbagai kesulitan yang dihadapi membuat Diah bertekad untuk kembali ke Indonesia.

Keinginan tersebut sempat terhambat oleh persoalan biaya pemulangan dari Kamboja ke Tanah Air. Selama berada di Kamboja, Diah mendapatkan pendampingan dari Yayasan Embun Pelangi serta Konsulat Republik Indonesia di Kamboja.

Sementara itu, Wakil Ketua Aliansi Masyarakat Bintan bagian utara Ramlan menjelaskan bahwa biaya pemulangan dari Kamboja ke Jakarta dikumpulkan melalui donasi mandiri.

“Pemulangan dari Kamboja ke Jakarta menelan biaya yang tidak sedikit. Kami menggalang donasi secara mandiri melalui grup WhatsApp anak-anak Tanjunguban. Terima kasih kepada semua yang telah membantu hingga akhirnya Diah bisa pulang ke kampung halamannya,” ungkap Ramlan.

Keberhasilan pemulangan ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat dan sinergi berbagai pihak dalam membantu sesama, sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

(Nanang)

Example 120x600