Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONAL

Rapat Internal di Istana: Presiden Prabowo Bahas Kemandirian Energi dan Subsidi Tepat Sasaran

Avatar photo
94
×

Rapat Internal di Istana: Presiden Prabowo Bahas Kemandirian Energi dan Subsidi Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

TintaJurnalisNews –Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat internal di Istana Merdeka yang bertujuan untuk membahas langkah strategis dalam mendorong kemandirian energi nasional serta memastikan subsidi energi yang tepat sasaran.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang mengungkapkan fokus utama diskusi kali ini adalah meningkatkan lifting minyak dalam negeri yang saat ini tersebar di 301 wilayah kerja.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Kita tahu bahwa cadangan minyak kita yang sudah ada itu sudah sekitar 301 wilayah kerja, tetapi sampai sekarang belum ada Plan of Development (POD). Ini akan kita lakukan,” ungkap Bahlil dalam keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

BACA JUGA:  Kasiops Korem 161/WS Tinjau Pos Haumeniana, Pastikan Kesiapan Satgas Pamtas RI-RDTL

Bahlil menambahkan bahwa revitalisasi terhadap 4.500 sumur minyak idle well merupakan program unggulan dari Presiden Prabowo untuk mencapai kemandirian energi.

Dalam rangka mempercepat pelaksanaan program ini, Kepala Badan Investigasi Khusus dan Pengendalian Pembangunan, Aris Marsudiyanto, diminta untuk aktif mengatasi hambatan-hambatan teknis yang mungkin dihadapi.

“Saya minta bantuan dari Pak Aris untuk melakukan percepatan-percepatan di lapangan jika ada kendala,” jelas Bahlil.

Rapat tersebut juga membahas upaya untuk mengoptimalkan subsidi energi agar lebih tepat sasaran. Bahlil, yang ditunjuk sebagai ketua tim dalam penggodokan kebijakan ini, menyatakan bahwa formulasi untuk subsidi energi yang lebih efisien sedang dirancang.

“Datanya harus sama, harus tepat sasaran, jangan yang kita kasih subsidi yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.

BACA JUGA:  PPDI Apresiasi FORMAS sebagai Kekuatan Masyarakat dalam Mendukung Pemerintah

Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa tim yang ditunjuk akan segera menyelesaikan tugasnya untuk dilaporkan kepada Presiden Prabowo sebagai bahan referensi dalam pengambilan keputusan. “Keputusan akan disampaikan setelah tim ini bekerja selesai, dan kami akan lapor kepada Bapak Presiden,” tutup Bahlil.

Sumber: BPMI Setpres

HUKUM & KRIMINAL

Langkah tegas namun produktif ditunjukkan Kejaksaan Republik Indonesia dalam pemulihan aset negara. Melalui mekanisme resmi, empat kapal hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dimanfaatkan sebagai aset operasional negara.