Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Bogor

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pentingnya Persatuan di HUT ke-60 Partai Golkar

Avatar photo
138
×

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pentingnya Persatuan di HUT ke-60 Partai Golkar

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"362539564023201","type":"ugc"}]}}

Presiden Prabowo Subianto

TintaJurnalisNews –Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Partai Golkar yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 12 Desember 2024.

Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Kita harus waspada, kita tidak boleh pecah, kita tidak boleh diadu domba. Kita menjaga kerukunan, baik antarumat beragama, antarsuku, antarkelompok etnis, maupun antar-ras. Ini tanggung jawab kita semua sebagai pemimpin,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa perdamaian tidak datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari kerja keras bersama. Ia mendorong para pemimpin dari berbagai lapisan masyarakat untuk bersatu dan menjunjung tinggi semangat musyawarah dalam menghadapi perbedaan.

BACA JUGA:  PMPP TNI Gelar Pembekalan Nakes TNI Gelombang III untuk Misi Kemanusiaan di Palestina

“Kuncinya adalah jika semua unsur pemimpin dari berbagai lapisan bisa rukun dan bersatu. Beda pendapat itu wajar, tapi kita tidak boleh bermusuhan. Saya tidak pernah mau terpancing untuk membenci,” tambahnya.

Presiden Prabowo juga menyoroti perkembangan teknologi, khususnya media sosial, yang kerap digunakan untuk menyebarkan informasi palsu. Menurutnya, berita hoaks yang beredar di media sosial dapat memicu kebencian di masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.

“Saya kadang-kadang kaget juga, ada berita bahwa Prabowo menghardik siapa, memaki-maki siapa. Saya cek, ternyata hoaks. Terlalu mudah sekarang membuat berita palsu,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Presiden mengajak seluruh pihak untuk mengutamakan dialog dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perbedaan demi menjaga persatuan bangsa.

BACA JUGA:  PMPP TNI Resmi Menutup United Nations Staff Officer Course (UNSOC) 2025

Sumber: BPMI Setpres