TINTAJURNALISNEWS —Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong perluasan akses beasiswa serta penguatan pendidikan tinggi nasional guna menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Taklimat Presiden RI bersama Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026 yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat.
Dalam taklimat tersebut, Presiden menekankan pentingnya peningkatan jumlah penerima beasiswa di tengah besarnya jumlah mahasiswa di Indonesia. Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk memformulasikan ulang kebijakan beasiswa agar cakupannya dapat diperluas secara signifikan dari total sekitar 9,9 juta mahasiswa saat ini.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden juga mengarahkan agar alokasi Beasiswa LPDP lebih difokuskan pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Fokus tersebut ditargetkan mencapai lebih dari 80 persen, sebagai langkah percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.
Selain isu beasiswa, Presiden Prabowo turut menaruh perhatian serius terhadap kekurangan tenaga dokter dan dokter spesialis di Indonesia. Pemerintah menyiapkan dua langkah utama, yaitu peningkatan daya tampung mahasiswa pada program studi kedokteran dan dokter spesialis, serta perencanaan pembukaan fakultas kedokteran umum baru di sejumlah wilayah yang saat ini tengah diidentifikasi.
Langkah tersebut juga mencakup penguatan pendidikan di bidang kedokteran gigi, farmasi, dan teknologi kesehatan, seiring perkembangan peralatan medis berbasis teknologi yang semakin pesat.
Melalui arahan strategis ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan nasional serta peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Sumber: BPMI Setpres












