Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
EKONOMIHUKUM & KRIMINAL

Polda Kepri Perkuat Keamanan Industri, Kawasan Kabil Dipastikan Aman dan Kondusif untuk Investasi

Avatar photo
101
×

Polda Kepri Perkuat Keamanan Industri, Kawasan Kabil Dipastikan Aman dan Kondusif untuk Investasi

Sebarkan artikel ini
Dok. Humas Polda Kepri

TINTAJURNALISNEWS –Polda Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan industri. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., saat memimpin kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kota Batam, Rabu (1/4/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kepri, di antaranya Karo Ops, Dirpamobvit, Dirreskrimsus, Kapolresta Barelang, serta jajaran manajemen Citramas Group sebagai pengelola kawasan industri.

Dalam arahannya, Kapolda Kepri menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan industri. Ia menekankan bahwa sekecil apa pun gangguan keamanan dapat berdampak besar terhadap kepercayaan investor.

“Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan di kawasan industri. Penindakan harus dilakukan secara tegas dan menyeluruh, termasuk terhadap jaringan penadah,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga citra positif daerah, khususnya Batam dan Kepulauan Riau, sebagai wilayah strategis tujuan investasi. Menurutnya, narasi negatif terkait keamanan harus dicegah sejak dini agar tidak mempengaruhi persepsi global.

“Kepri memiliki keunggulan sebagai kawasan Free Trade Zone. Ini harus dijaga bersama agar tetap menjadi daerah yang aman dan menarik bagi investor,” ujarnya.

Polda Kepri, lanjutnya, tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga langkah preemtif dan preventif melalui edukasi masyarakat serta peningkatan sinergi dengan para pelaku usaha guna menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

Sementara itu, CEO Citramas Group, Kris Wiluan, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Polda Kepri dalam menjaga keamanan kawasan industri Kabil. Ia menilai keamanan menjadi faktor utama dalam keberlangsungan investasi, terutama di sektor energi dan industri strategis.

“Kami sangat mengharapkan dukungan Polri dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan seperti pencurian maupun perompakan,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 sempat terjadi kasus pencurian kabel di kawasan tersebut, yang menjadi perhatian serius pengelola. Meski demikian, Kawasan Kabil terus berkembang dengan berbagai fasilitas strategis, mulai dari pusat industri, pelatihan tenaga kerja hingga pengembangan energi terbarukan yang membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Kapolresta Barelang dalam kesempatan itu turut mengimbau agar setiap kejadian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian guna mempercepat penanganan.

“Jangan menunggu viral di media sosial. Laporkan segera, karena respons cepat menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.

Karo Ops Polda Kepri menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan pelaku usaha telah diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis jangka panjang dalam menjaga keamanan kawasan industri.

Melalui kegiatan ini, Polda Kepri menegaskan kesiapannya sebagai garda terdepan dalam menjamin keamanan kawasan industri demi menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepulauan Riau.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center 110 atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.

HUKUM & KRIMINAL

Komitmen menghadirkan birokrasi yang bersih dan pelayanan yang maksimal kembali ditegaskan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangaraian. Hal ini terlihat saat jajaran Lapas mengikuti kegiatan Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang digelar secara virtual oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.