TINTAJURNALISNEWS —Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat kolaborasi dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui program #PersitBisa. Program tersebut difokuskan untuk membantu anggota Persit berkembang di era digital sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (10/5/2026), menjadi langkah nyata dalam membangun ketangguhan ekonomi keluarga melalui digitalisasi usaha dan penguatan kapasitas perempuan Indonesia.

Dalam program tersebut, sebanyak 50 merek hasil karya anggota Persit yang belum memiliki identitas merek akan dibantu proses kurasi hingga pendaftaran media sosial. Seluruh biaya pendampingan tersebut akan ditanggung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM perempuan berbasis digital.
Berdasarkan data nasional, perempuan memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi nasional. Sebanyak 64 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Selain itu, usaha yang dipimpin perempuan disebut memiliki tingkat resiliensi tinggi, terutama saat pandemi, karena dinilai lebih cepat beradaptasi dengan teknologi digital. Investasi terhadap perempuan juga disebut memberikan dampak luas karena sebagian besar pendapatan kembali digunakan untuk keluarga dan komunitas.

Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Assoc. Prof. Dra. Dessy Ruhati, M.M. Par, menegaskan pentingnya sinergi bersama organisasi kemasyarakatan seperti Persit dalam mendukung program ekonomi kreatif nasional.
Adapun sejumlah program unggulan yang disiapkan bagi anggota Persit meliputi Persit Go Digital, berupa pelatihan penjualan daring melalui platform digital seperti Shopee, Tokopedia dan TikTok Shop, termasuk pelatihan foto produk dan pembuatan konten kreatif.
Kemudian Persit Creative Hub, yang difokuskan pada pengembangan sentra produksi subsektor kuliner, kriya dan fesyen dengan sistem co-branding Persit.
Sementara program Persit Influencer & Preneur diarahkan pada inkubasi bisnis berbasis keluarga TNI, pelatihan personal branding, hingga pembukaan akses pembiayaan dan pasar.
Gerakan tersebut juga diperkuat melalui program “Emak-Emak Matic” atau Emak Melek Teknologi yang telah melatih ribuan perempuan menjadi kreator konten dan afiliator digital dengan peningkatan omzet rata-rata mencapai 48,9 persen.
Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Uli Simanjuntak, mengatakan Persit terus mendorong anggotanya untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat sesuai filosofi “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe”.
“Sesuai filosofi tersebut, Persit KCK terus mendorong anggotanya untuk bekerja keras dengan tulus bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap melalui tiga pilar utama, yakni Digital First, Story & Branding, serta konsistensi, anggota Persit mampu mengembangkan usaha sampingan menjadi bisnis profesional yang memiliki dampak luas.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dra. Dessy Ruhati, M.M. Par menyebut perempuan Persit memiliki posisi penting sebagai penggerak ekonomi keluarga dan bangsa.
“Perempuan Persit adalah pilar ekonomi keluarga dan bangsa. Digitalisasi dan ekonomi kreatif adalah lompatan maju kita bersama,” katanya.









