Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Persaingan Sehat: Jangan Saling Menjatuhkan Hanya Demi Judi dan Tambang Ilegal

Avatar photo
148
×

Persaingan Sehat: Jangan Saling Menjatuhkan Hanya Demi Judi dan Tambang Ilegal

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Opini atau Kolom Opini

TINTAJURNALISNEWS -Dalam setiap persaingan, cara yang digunakan menentukan seberapa jauh seseorang bisa bertahan. Namun, ambisi yang tidak terkendali sering kali membuat seseorang rela melakukan apa saja, termasuk menjatuhkan pihak lain demi mempertahankan kepentingannya.

Hal ini sering terjadi dalam lingkaran judi dan tambang ilegal, di mana kepentingan ekonomi dan kekuasaan membuat batas moral menjadi kabur.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Saling menjatuhkan bukanlah tanda kekuatan, melainkan cermin dari ketakutan kehilangan sesuatu. Jika posisi atau kepentingan yang dipertahankan memang kuat, mengapa harus menghabiskan energi untuk menyerang pihak lain? Persaingan yang sehat seharusnya dibangun dengan keunggulan, bukan dengan mencari cara untuk menjatuhkan.

Intrik dan saling sikut dalam dunia judi dan tambang ilegal hanya akan menciptakan konflik yang merugikan banyak pihak. Tidak ada yang benar-benar menang dalam permainan kotor ini, karena pada akhirnya, semua yang dibangun di atas cara yang salah akan runtuh dengan sendirinya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Gelar Jamuan Makan Siang Hangat Jelang Purnatugas

Sebuah persaingan yang berkelas bukan tentang siapa yang paling licik, tetapi siapa yang mampu bertahan dengan cara yang benar. Yang berusaha memperbaiki diri akan terus melangkah maju, sementara yang sibuk menjatuhkan orang lain justru sedang menggali kuburnya sendiri.