Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
OPINI PUBLIK

Hidup Tenang Itu Sederhana, Jangan Habis Waktu untuk Membenci

Avatar photo
149
×

Hidup Tenang Itu Sederhana, Jangan Habis Waktu untuk Membenci

Sebarkan artikel ini
Tinta Jurnalis News
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS –Hidup tenang sering dianggap sulit, padahal sejatinya sangat sederhana. Cukup jalani hari tanpa menaruh benci kepada siapa pun. Karena membenci hanya menambah beban, sementara ketenangan lahir dari hati yang ikhlas.

Dalam kehidupan sosial, selalu ada yang suka maupun tidak suka pada diri kita. Namun, terlalu sibuk memikirkan kebencian orang lain hanya akan merusak kedamaian batin. Prinsip sederhana yang bisa dipegang adalah: biarkan saja. Itu urusan mereka dengan Tuhan, bukan urusan kita.

Opini publik menilai, ketenangan hidup tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang mendukung, melainkan oleh kekuatan diri untuk tetap damai meski dibenci. Membalas kebencian dengan kebencian hanyalah lingkaran tak berujung.

Dengan memilih untuk tidak membenci, seseorang sesungguhnya sedang menghadiahkan ruang damai bagi dirinya sendiri. Pikiran lebih jernih, langkah terasa ringan, dan hidup menjadi lebih bermakna.

Pada akhirnya, hidup tenang bukan tentang siapa yang menghargai kita, tetapi bagaimana kita menjaga hati agar tetap ikhlas. Itulah seni sederhana yang kerap terlupakan dalam kehidupan modern.

Example 120x600
OPINI PUBLIK

Hujan deras turun di penghujung tahun. Air jatuh tanpa ragu, membasahi atap, jalan, dan pepohonan. Suasana ini menghadirkan jeda alami, saat aktivitas melambat dan pikiran diajak untuk menengok kembali perjalanan yang telah dilalui.

OPINI PUBLIK

Tidak semua rindu memiliki tiket pulang. Tidak semua kasih sayang bisa diwujudkan dengan pelukan di hari raya atau kebersamaan di meja makan keluarga. Bagi sebagian orang, terutama para perantau, keputusan untuk tidak pulang bukanlah perkara ringan melainkan pilihan yang lahir dari keadaan, tanggung jawab, dan realitas hidup.

OPINI PUBLIK

Kepercayaan tidak selalu diuji dalam perkara besar, tetapi justru dalam hal-hal mendasar yang menyangkut kejujuran. Ketika seseorang diberi amanah untuk menyampaikan hak pihak lain, maka sejak saat itu pula melekat kewajiban moral untuk menunaikannya secara utuh dan tepat waktu. Namun kenyataannya, amanah bisa saja berhenti di tangan yang salah, tanpa kejelasan dan tanpa tanggung jawab.