Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Botok Tegaskan Aksi 27 Agustus Murni Gerakan Rakyat, Tak Ada Tunggangan Kelompok Penguasa

Avatar photo
60
×

Botok Tegaskan Aksi 27 Agustus Murni Gerakan Rakyat, Tak Ada Tunggangan Kelompok Penguasa

Sebarkan artikel ini
Supriyono alias Botok, Koordinator AMPB, saat memberikan keterangan terkait persiapan aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta.

TINTAJURNALISNEWS —Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa gerakan masyarakat yang akan mengikuti aksi pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI merupakan gerakan rakyat dan tidak ditunggangi kepentingan kelompok tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Botok saat memberikan keterangan di Jakarta terkait persiapan masyarakat menghadapi aksi 27 Agustus. Ia membantah adanya pihak tertentu yang membekingi atau mengendalikan gerakan tersebut.

“Yang pasti perlu teman-teman ketahui bahwa gerakan masyarakat Pati Bersatu tidak ada tunggangan-tunggangan. Kita dibekingi geng-geng Solo, kita dibekingi geng penguasa, enggak,” ujar Botok.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
Supriyono alias Botok, Koordinator AMPB, saat memberikan keterangan terkait persiapan aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Botok menegaskan, pihaknya tidak mengenal kelompok yang disebutnya sebagai “geng Solo” maupun “geng penguasa”. Menurut dia, gerakan yang dibawa AMPB merupakan gerakan masyarakat biasa yang berasal dari kampung dan datang membawa aspirasi.

“Kita tidak kenal geng Solo, kita tidak kenal geng penguasa. Ini murni gerakan rakyat-rakyat biasa yang berasal dari kampung,” katanya.

Ia menyebut aspirasi yang dibawa dalam aksi tersebut berkaitan dengan keresahan masyarakat terhadap kondisi bangsa, termasuk persoalan korupsi yang dinilainya semakin memprihatinkan.

“Ini adalah aspirasi rakyat Indonesia. Karena kita tahu sendiri ya, korupsi ke sini semakin akut, semakin menyedihkan,” ujar Botok.

Supriyono alias Botok, Koordinator AMPB, saat memberikan keterangan terkait persiapan aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Meski demikian, Botok memastikan kedatangan masyarakat ke Jakarta tidak dimaksudkan untuk menciptakan kerusuhan. Ia mengatakan pihaknya hadir untuk mendukung gerakan rekan-rekan di wilayah Jabodetabek yang akan menggelar aksi pada 27 Agustus 2026.

“Kami datang di Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, Botok mengatakan pihaknya akan berfokus di depan Gedung DPR RI dan menyampaikan dua tuntutan yang menjadi aspirasi utama mereka. Ia menegaskan agar gerakan tersebut tidak melebar ke persoalan lain di luar tuntutan yang telah mereka tentukan.

Botok juga menepis anggapan bahwa aksi tersebut diarahkan untuk melakukan pelanggaran terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Tidak ada pelanggaran Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik,” katanya.

Supriyono alias Botok, Koordinator AMPB, saat memberikan keterangan terkait persiapan aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Menurut Botok, sikap tersebut menjadi bagian dari penegasan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk menjatuhkan pemerintahan. Ia mengatakan fokus mereka tetap pada dua aspirasi yang akan disampaikan melalui aksi tersebut.

“Tidak ada kita niatan seperti itu. Kita fokus kepada dua aspirasi tersebut,” ujarnya.

Botok kemudian menegaskan bahwa apabila dalam pelaksanaan aksi nantinya terdapat tindakan yang dianggap menyimpang dari tujuan gerakan, hal tersebut tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan AMPB.

“Kalau misalnya ada, itu bukan dari AMPB,” tegasnya.

Dengan penegasan tersebut, Botok menyatakan bahwa kehadiran masyarakat dalam aksi 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI ditujukan untuk menyampaikan aspirasi yang menjadi fokus mereka.

Ia kembali menekankan bahwa gerakan tersebut tidak dimaksudkan untuk membuat kerusuhan maupun menjatuhkan pemerintahan, melainkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.

TIM – TJN