Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Ingin Jadi TNI AD? Persiapan Fisik Prima Kunci Utama, Bukan Modal Uang

Avatar photo
172
×

Ingin Jadi TNI AD? Persiapan Fisik Prima Kunci Utama, Bukan Modal Uang

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"325882815080201","type":"ugc"}]}}

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

TintaJurnalisNews -Untuk menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atau TNI AD itu gratis, namun seseorang harus menyiapkan kesehatan, kemampuan fisik dan mental. Hal tersebut disampaikan Kajasdam XII/Tpr, Kolonel Arm Kusdi Yuli Suhanda, S.I.P., di Kantor Jasdam XII/Tpr, Jum’at (16/8/2024).

“Tiga hal itulah yang harus disiapkan oleh seseorang untuk menunjang mengikuti seleksi menjadi Prajurit TNI AD,” ujarnya.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kemampuan fisik seseorang tidak datang tiba-tiba tapi harus dilatih. Pembinaan harus dimulai sejak awal dengan berlatih materi kesegaran jasmani yang terdiri dari lari 12 menit, renang, Pull Up, Sit Up, Push Up, Lunges dan Shuttle Run.

“Jangan sampai gagal dalam tes fisik, mereka yang gagal kemungkinan besar disebabkan kurangnya rutinitas dalam latihan. Jadi, sering berlatih menjadi salah satu kunci agar lolos dalam kemampuan standar tes fisik,” tegasnya.

BACA JUGA:  Bertahun-Tahun Dipakai, Saat Hilang Tak Bisa Diurus. Kartu Aktif yang Dijual Bebas Kini Jadi Sorotan

(Pendam XII/Tpr)

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.