TINTAJURNALISNEWS –Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Bogor periode 2026–2027 resmi dilantik. Momentum ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat tradisi kaderisasi sekaligus mengembangkan program-program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas kader dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pelantikan tersebut dihadiri Koordinator Dewan Penasehat KOHATI Nasional Hanifah Husein, Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan, Wakil Ketua DPR RI Komisi XI Fauzi Amro, Anggota DPR RI Komisi VI Asep Wahyu Wijaya, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kesbangpol, Ketua HIPKA DKI Jakarta Ayunda Analia Trisna, FORHATI Bogor, KAHMI Bogor, para senior HMI Cabang Bogor, akademisi, organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, serta kader HMI dan KOHATI dari berbagai komisariat di Cabang Bogor.
Sebagai organisasi yang didirikan Lafran Pane pada 5 Februari 1947, HMI memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, berwawasan keislaman, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa. Tradisi kaderisasi yang menjadi ruh organisasi terus diwariskan dari generasi ke generasi guna melahirkan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.
Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Bogor periode 2026–2027, Indah Ramadhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan. Menurutnya, kepengurusan baru akan memfokuskan program kerja pada pemetaan potensi kader HMI dan HMI-Wati sebagai langkah awal untuk memastikan setiap kader memperoleh ruang pengembangan yang sesuai dengan minat, kapasitas, dan kompetensinya.
“Kami ingin memastikan setiap kader memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Indah.
Selain penguatan kaderisasi, KOHATI HMI Cabang Bogor juga akan mengoptimalkan program TOKO HATI sebagai ruang pemberdayaan ekonomi kader dan perempuan. Program tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan usaha, peningkatan kapasitas kewirausahaan, sekaligus mendorong lahirnya kader perempuan yang mandiri dan berdaya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua HIPKA DKI Jakarta, Ayunda Analia Trisna, menegaskan pentingnya pengembangan kader yang dilakukan secara terarah. Menurutnya, proses kaderisasi akan lebih optimal apabila diawali dengan pemetaan potensi kader dan dilanjutkan melalui pendampingan oleh mentor yang sesuai dengan minat serta bidang yang ingin dikembangkan masing-masing kader.
Ayunda juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan program TOKO HATI. Ia menilai bahwa membangun usaha tidak selalu harus diawali dengan modal finansial yang besar, tetapi dapat bertumpu pada kekuatan jejaring, relasi, dan kolaborasi yang dimiliki organisasi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kader perempuan, Ayunda Analia Trisna menyerahkan bantuan berupa 100 hijab untuk kader KOHATI. Sementara itu, dukungan terhadap pemberdayaan dan kepedulian lingkungan diwujudkan melalui pembagian 50 bibit tanaman kepada peserta melalui Pilar Foundation.
Dukungan tersebut menjadi simbol bahwa pengembangan kader tidak hanya bertumpu pada organisasi, tetapi juga tumbuh melalui sinergi berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan generasi muda.
Pelantikan kepengurusan HMI dan KOHATI Cabang Bogor periode 2026–2027 ini menjadi titik awal untuk memperkuat kualitas kaderisasi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat keislaman, intelektualitas, dan pengabdian, kepengurusan baru berkomitmen melanjutkan tradisi pengkaderan sekaligus menghadirkan gerakan yang relevan dengan kebutuhan kader dan tantangan zaman.









