Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONAL

Mgr. Antonius: “Tiada Kata Kecuali Doa dan Air Mata”

Avatar photo
110
×

Mgr. Antonius: “Tiada Kata Kecuali Doa dan Air Mata”

Sebarkan artikel ini
Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. bersama jajaran KWI menerima audiensi Ikatan Keluarga Katolik Sumatra Utara (IKKSU), Jumat (6/2/2026).

TINTAJURNALISNEWS –Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., meneteskan air mata saat menerima audiensi Ikatan Keluarga Katolik Sumatra Utara (IKKSU). Audiensi berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan di Kantor KWI, Jumat (6/2/2026).

Mgr. Antonius didampingi Romo Djatmiko dan Romo Hans (KWI). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum IKKSU Lodewijk Sihite, Ketua Panitia Paskah 2026 Kasianus Telaumbanua bersama istri Margaretha Sinulingga, Penasehat Prof. Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, PhD, Sekretaris Jenderal Rasnius Pasaribu, Bendahara Umum Tuahta Aloysius Saragih, Bendahara Panitia Lidya Dakhi, Humas Kornelius Wau, serta tim dokumentasi dan publikasi Clarence Cornelia Nathalie Wau.

Ketua Umum IKKSU, Lodewijk Sihite, menyampaikan rencana penyelenggaraan Charity Night di Puspas Samadi dalam rangka menyambut Paskah 2026 sekaligus penggalangan dana bagi korban bencana di Tapanuli Tengah. “Kami sudah turun langsung ke lokasi bersama Bapak Kasianus Telaumbanua dan Kornelius Wau. Kami juga didampingi oleh Mgr. Fransiskus Sinaga, Uskup Sibolga,” ujar Lodewijk.

BACA JUGA:  Kemenko Polkam Gelar Rakor Strategis Kerja Sama Multilateral Pertahanan dan Keamanan

Sementara itu, Kasianus Telaumbanua menegaskan bahwa kondisi di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan masih sangat memprihatinkan. Ia berharap Mgr. Antonius dapat berkenan hadir dalam Charity Night tersebut. “Kami yakin kehadiran Bapak Uskup akan menguatkan solidaritas dan membantu tercapainya target dana,” ujar Sekjen IKKSU Rasnius Pasaribu yang diamini Bendum Tuahta Aloysius Saragih dengan nada optimistis.

Bendahara Panitia Charity Night, Lidya Dakhi, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Mgr. Antonius untuk hadir. “Kami dari Paguyuban Santa Martha adalah perpanjangan tangan Keuskupan Sibolga, khususnya diaspora Jabodetabek,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. membagikan pengalaman pribadinya saat mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor di wilayah Keuskupan Sibolga. “Saya tidak bisa berkata-kata. Tiada kata kecuali doa dan air mata,” ucapnya dengan nada haru.

BACA JUGA:  Satgas Gulbencal Yonif 122/TS Dam I/BB Salurkan Bantuan Logistik Jalur Udara ke Wilayah Terisolasi Tapteng

Menurutnya, kondisi di lapangan jauh lebih berat dibandingkan yang terlihat di media sosial. “Air memang sudah surut, tetapi lumpur masih tertinggal dan menimbun rumah-rumah warga,” ungkapnya.

Mgr. Antonius juga menyoroti tantangan pascabencana, terutama berkurangnya perhatian publik. “Ketika bencana terjadi, banyak bantuan datang. Namun setelah itu, orang bertanya, ‘Untuk apa lagi? Kan sudah selesai bencana?’ Padahal penderitaan masih berlangsung,” tegasnya.

Ia menegaskan komitmen Karina dan KWI untuk mengawal proses pemulihan dalam jangka waktu minimal satu tahun hingga maksimal dua tahun, termasuk rencana pembangunan hunian. “Kita akan membangun seribu rumah belarasa. Mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Kepada jajaran IKKSU, Mgr. Antonius juga memberikan pesan rohani agar penggalangan dana dilakukan dengan penuh iman. “Jangan mengandalkan tokoh, termasuk uskup. Andalkan doa dan kekuatan Roh Kudus,” pesannya.

BACA JUGA:  Heboh! Ruang Publik Gurindam 12 Dibangun APBD, Kini Ditawarkan ke Swasta 30 Tahun

Di akhir audiensi, Mgr. Antonius memastikan kesediaannya hadir dalam Charity Night IKKSU, sebagai bentuk dukungan nyata bagi upaya kemanusiaan dan solidaritas bagi para korban bencana di Tapanuli.***