Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Nasional Atasi Premanisme dan Penyimpangan Aktivitas Ormas

Avatar photo
260
×

Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Nasional Atasi Premanisme dan Penyimpangan Aktivitas Ormas

Sebarkan artikel ini
Memperkuat integrasi data, optimalisasi kanal aduan masyarakat, serta menangkal maraknya hoaks yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan nasional

TINTAJURNALISNEWS —Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik premanisme yang melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas). Upaya ini dilakukan dengan memperkuat integrasi data, optimalisasi kanal aduan masyarakat, serta menangkal maraknya hoaks yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara, Brigjen Pol. Irwansyah, saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan serta Pembinaan Ormas Terkait Aktivitas Premanisme yang digelar di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam paparannya, Irwansyah mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah ormas teridentifikasi melakukan tindakan intimidasi, pemerasan, penguasaan lahan ilegal, pengawalan ilegal, hingga aksi intoleransi yang berdampak pada gangguan keamanan publik.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Kapolri Paparkan Upaya Presiden Prabowo Menyelesaikan Konflik Global

Menurut data Kementerian Dalam Negeri, jumlah ormas di Indonesia telah mencapai 636.572 organisasi, dengan penambahan hampir 40.000 ormas dalam enam bulan terakhir. Meski kebebasan berserikat dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28, Irwansyah menegaskan bahwa pemerintah tetap wajib memastikan aktivitas ormas berjalan sesuai ketentuan UU Nomor 16 Tahun 2017.

“Rapat ini merupakan langkah penting untuk memperkuat stabilitas keamanan nasional di tengah meningkatnya penyimpangan aktivitas ormas yang mengarah pada praktik premanisme,” ujarnya.

Irwansyah juga menyoroti intervensi sejumlah ormas pada sektor-sektor yang bukan kewenangannya. Hal tersebut, kata dia, menimbulkan keresahan masyarakat dan berdampak langsung pada iklim investasi.

“Intervensi ormas telah menghambat ruang usaha dan menciptakan ketidakpastian. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas K/L, Desa Migran Emas Jadi Prioritas

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penanganan ormas, termasuk penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah serta pembenahan mekanisme pembinaan ormas agar lebih tepat sasaran.

“Pengendalian aktivitas ormas tidak bisa dilakukan parsial. Diperlukan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Ini tugas bersama untuk menjaga stabilitas keamanan nasional,” jelas Irwansyah.

Rapat ini turut menghadirkan narasumber dari Kemendagri, BIN, dan Polri yang membahas penanganan serta pembinaan ormas terkait tindakan premanisme dari berbagai perspektif. Selain itu, narasumber dari Komdigi memaparkan penguatan edukasi ruang digital dalam menekan penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan yang mengatasnamakan ormas.

 

BACA JUGA:  "AKSI SIGAP", Prajurit Yonif 9 Marinir Bantu Evakuasi Warga Yang Terdampak Banjir Di Pesawaran Lampung

HUMAS KEMENKO POLKAM

Editor: TJN

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.