Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Bintan

Duka di Gunung Lengkuas: Pria Ditemukan Gantung Diri, Tak Ada Tanda Kekerasan

Avatar photo
164
×

Duka di Gunung Lengkuas: Pria Ditemukan Gantung Diri, Tak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Gantung Diri

TINTAJURNALISNEWS –Warga Kampung Bangun Rejo, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, digegerkan dengan penemuan jasad pria yang diduga gantung diri di sebuah rumah kosong, Jumat (16/5/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Afrizal (28), seorang buruh harian lepas yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Ia pertama kali ditemukan oleh ibunya, Rapian (59), sekitar pukul 05.20 WIB, setelah tidak pulang sejak Kamis sore.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Saya coba cari ke rumah kosong dekat sini, dan kaget melihat anak saya sudah tergantung di dalam kamar,” ujar Rapian sambil menangis saat memberi keterangan kepada petugas.

Penemuan itu langsung dilaporkan ke Ketua RT setempat, Wahyudiono (48), dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Lengkuas, Bripka Wahyudi Pratomo.

BACA JUGA:  Kapolres Bintan Hadiri Upacara Hari Pramuka ke-63 Tingkat Kabupaten Bintan.

Polsek Bintan Timur bersama tim Identifikasi Satreskrim Polres Bintan tiba di lokasi tak lama kemudian. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jenazah dilakukan oleh tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun.

Korban ditemukan tergantung dengan tali nilon sepanjang 3 meter yang diikatkan ke tiang plafon. Di lokasi juga ditemukan kursi dan springbed yang diduga digunakan korban untuk naik.

Hasil pemeriksaan luar dari RSUD Kijang menunjukkan bekas jeratan di leher tanpa tanda kekerasan lain. “Perkiraan waktu kematian antara 8–12 jam sebelum pemeriksaan. Terdapat pendarahan di anus yang diduga akibat ambeien,” jelas Ipda Daeng Salamun.

Menurut ibunya, korban tidak memiliki masalah keluarga. Namun dua hari sebelumnya, Afrizal sempat mengatakan, “Umurku tidak lama lagi, Ma.”

BACA JUGA:  Pengibaran Bendera di Pulau Sentut: Wujud Nasionalisme di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Rumah kosong tempat kejadian diketahui sudah tidak dihuni selama 19 tahun dan dimiliki oleh warga Tanjungpinang bernama Saniman.

Pihak keluarga telah menolak autopsi dan mengikhlaskan kepergian Afrizal. Jenazah rencananya akan dimakamkan di TPU Kilometer 18, Gang Perkutut, Kelurahan Gunung Lengkuas.