Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
OPINI PUBLIK

Lebaran Sederhana Saja, Braii! Yang Kami Minta Hanya Kesehatan

Avatar photo
162
×

Lebaran Sederhana Saja, Braii! Yang Kami Minta Hanya Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Edo Jurnalis

TINTAJURNALISNEWS -Lebaran semakin dekat, dan euforia persiapan mulai terasa di berbagai penjuru. Toko-toko ramai, pasar penuh sesak, serta media sosial dipenuhi dengan promosi diskon dan gaya hidup serba mewah.

Namun, di tengah semua itu, saya dan keluarga besar tetap menjalani hari-hari seperti biasa. Tidak ada yang kami paksakan untuk tampil berlebihan atau memaksakan diri demi kemewahan sesaat.

Salah satu alasannya sederhana: cuaca tak menentu. Kadang cerah, lalu tiba-tiba mendung dan hujan deras. Keadaan ini mengingatkan kami bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan manusia, termasuk rezeki dan keadaan hidup.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Justru, di momen seperti ini, kami semakin mensyukuri apa yang ada. Bagi kami, esensi Lebaran bukanlah tentang pakaian baru, hidangan melimpah, atau dekorasi rumah yang serba indah.

Yang terpenting adalah bisa berkumpul dalam keadaan sehat, menikmati kebersamaan tanpa beban pikiran. Sebab, apa gunanya perayaan mewah jika badan sakit? Apa artinya meja penuh makanan jika hati tak tenang?

Kami hanya meminta satu hal kepada Tuhan: kesehatan. Sebab dengan tubuh yang sehat, kami bisa menjalani ibadah dengan khusyuk, bisa bertemu keluarga tanpa rasa cemas, dan bisa menikmati kebahagiaan sederhana yang sesungguhnya.

Lebaran adalah tentang makna, bukan gengsi. Semoga kita semua bisa merayakannya dengan penuh ketulusan, tanpa terbebani standar yang dibuat oleh dunia luar.

OPINI PUBLIK

Tepat hari ini, 4 Juli 2026, genap satu minggu sejak kecelakaan yang saya alami pada 27 Juni 2026. Waktu memang mampu mengeringkan luka di tubuh. Atas izin Allah SWT, kondisi kesehatan saya kini telah berangsur membaik dan mencapai sekitar 70 persen. Namun, ada luka yang belum sepenuhnya sembuh, yaitu luka karena kenyataan yang saya temukan di balik musibah ini.