Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Medan

Ribuan Polisi Amankan Demo di Medan, Massa Tuntut Bubarkan DPR hingga Reformasi Aparat

Avatar photo
289
×

Ribuan Polisi Amankan Demo di Medan, Massa Tuntut Bubarkan DPR hingga Reformasi Aparat

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Demo di Medan Sumut

TINTAJURNALISNEWS –Kota Medan kembali memanas pada Senin (1/9/2025). Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai aliansi turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka. Aksi digelar di sejumlah titik strategis, mulai dari Simpang UISU, Jalan Sisingamangaraja–Pelangi, hingga depan Gedung DPRD Sumut dan DPRD Medan.

Massa yang menamakan diri Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (Akbar) Sumut bersama elemen mahasiswa dan organisasi lainnya menyuarakan tujuh tuntutan utama, di antaranya:

1. Pembubaran DPR dan partai politik.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

2. Pencabutan kebijakan kenaikan pajak.

3. Reformasi kepolisian.

4. Usut tuntas kematian Affan.

5. Perbaikan kesejahteraan buruh.

6. Bebaskan tahanan demo.

7. Tolak UU TNI No. 2/2025.

BACA JUGA:  Kodam I/BB Gelar Program Sosial: 250 Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa Terima Makanan Bergizi

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban dan pemblokiran jalan, membuat arus lalu lintas di pusat kota tersendat.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polda Sumut menurunkan sekitar 2.000 personel guna menjaga keamanan. Aparat disiagakan di titik-titik vital seperti Gedung DPRD, Mapolda, Kantor Gubernur, hingga Balai Kota. Pihak kepolisian menegaskan pengamanan dilakukan secara humanis, tetapi tetap tegas bila terjadi tindakan anarkis.

Di tengah aksi, mencuat pula sorotan publik terkait kasus DS, seorang warga yang viral karena mengalami kejang-kejang usai diduga mendapat perlakuan kasar aparat. DS telah resmi melapor ke Polda Sumut, sementara LBH Medan dan KontraS mendesak agar kasus ini diusut tuntas serta meminta Kapolda dicopot.

BACA JUGA:  Pangdam I/BB Hadiri Dialog Pilkada Damai Bersama Gubernur, Forkopimda Sumut dan Insan Pers

Hingga sore hari, aksi massa berlangsung dengan penjagaan ketat dan menjadi perhatian serius masyarakat.