Musda Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau

TINTAJURNALISNEWS —Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau yang dijadwalkan digelar hari ini mendadak batal dilaksanakan. Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pagi, tidak terlihat tanda-tanda kegiatan akan dimulai. Ruangan forum tampak kosong tanpa penataan, dan tidak ada aktivitas persiapan dari panitia.
Hingga menjelang siang, baik Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC) tak tampak di lokasi. Tidak ada proses pengecekan perlengkapan, registrasi peserta, maupun koordinasi teknis sebagaimana biasanya dilakukan menjelang pembukaan Musda.
Sejumlah informasi internal yang diperoleh media menyebutkan pembatalan ini berkaitan dengan perubahan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Sejumlah pengurus DPP yang sebelumnya dijadwalkan hadir di Tanjungpinang dikabarkan membatalkan keberangkatan setelah menerima arahan mendadak tersebut.
Tanpa kehadiran panitia maupun unsur DPP, Musda dipastikan tidak dapat dibuka. Informasi pembatalan kemudian disampaikan melalui jalur komunikasi internal partai. Meski berlangsung mendadak, situasi tetap kondusif dan para ketua DPD II beserta kader yang hadir memilih kembali ke daerah masing-masing sambil menunggu kepastian jadwal baru.
Di balik pembatalan Musda, dinamika internal Golkar Kepri menunjukkan bahwa dukungan politik kepada Rizki Faisal—salah satu kandidat yang santer disebut-sebut—tetap menguat. Dalam beberapa pekan terakhir, dukungan tersebut ramai diberitakan media nasional maupun lokal.
Dukungan ini tercermin dari sejumlah elemen internal partai, di antaranya:
- pernyataan terbuka sejumlah ketua DPD II,
- dukungan struktur kecamatan dan kelurahan,
- konsolidasi kader muda dan organisasi kepemudaan,
- serta relawan dan simpatisan yang terus bergerak.
Beberapa kader yang hadir di lokasi menyatakan bahwa pembatalan Musda tidak mempengaruhi arah dukungan yang sudah terbentuk.
“Ini hanya persoalan jadwal. Sikap kader tidak berubah,” kata salah seorang ketua DPD II di Tanjungpinang.
Koordinator relawan yang sejak pagi menunggu pembukaan Musda juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, pembatalan justru semakin mempertegas peta dinamika internal.
“Kami menunggu instruksi baru. Dukungan tidak berubah,” ujarnya.
Hingga siang hari, peserta yang hadir terlihat meninggalkan lokasi secara bertahap. Meski agenda Musda batal digelar dan tidak ada kegiatan yang berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan tanpa gangguan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari DPP Partai Golkar mengenai jadwal pengganti Musda Kepri. Kader kini masih menunggu arahan selanjutnya dari pusat.

TIM / TJN












