Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONALPertahanan

Menhan RI Awali Kunjungan Kerja di Turki, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Strategis

Avatar photo
230
×

Menhan RI Awali Kunjungan Kerja di Turki, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Strategis

Sebarkan artikel ini
Kunjungan kerja resminya ke Turki

TINTAJURNALISNEWS —Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mengawali kunjungan kerja resminya ke Turki dengan melakukan pertemuan dan courtesy call bersama Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries di kompleks industri pertahanan ASELSAN, Ankara, Jumat (9/1).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki yang selama ini telah terjalin erat. Fokus pembahasan mencakup pengembangan industri pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan dan koordinasi antarlembaga pertahanan kedua negara.

Dalam pertemuan itu, Menhan RI menegaskan bahwa Turki merupakan mitra strategis Indonesia dalam mendorong kemandirian pertahanan nasional. Kerja sama yang dibangun tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan alutsista, tetapi juga pada pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika strategis global.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja, Menhan Sjafrie bersama delegasi turut meninjau fasilitas industri pertahanan ASELSAN. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung kemampuan teknologi pertahanan Turki sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan berjangka panjang di bidang industri pertahanan.

Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi pertahanan serta memperluas kolaborasi strategis dengan negara mitra, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan regional dan global yang terus berkembang.

Sumber: Kemenhan RI

NASIONAL

Pemerintah terus mendorong perubahan pola kerja aparatur negara melalui transformasi budaya kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi tantangan global, dengan menitikberatkan pada efisiensi, produktivitas, serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan birokrasi.